Untuk mencegah kejadian serupa, Dwi menyarankan beberapa langkah bagi orang tua dan komunitas di Mimika. Yang pertama observasi aktif. Menurutnya, sebagai orang tua wajib untuk mengamati perubahan sikap anak dan cari tahu penyebabnya dengan pendekatan yang lembut.
Kedua, komunikasi dua arah. Menurut Dwi, orang tua harus menciptakan ruang aman agar anak merasa nyaman bercerita tanpa merasa dihakimi.
Ketiga, edukasi parenting. Dwi berpendapat bahwa di Mimika perlu adanya seminar atau komunitas parenting yang mudah diakses, misalnya melalui Zoom, agar orang tua yang sibuk tetap bisa belajar cara membangun karakter anak.
Keempat, prioritas mental: “Mencari uang itu penting untuk finansial, tapi kesehatan mental anak jauh lebih berharga,” tutup Dwi.
Tragedi ini diharapkan menjadi titik balik bagi seluruh elemen masyarakat di Mimika untuk lebih peduli pada kesehatan mental generasi muda, dimulai dari lingkaran terkecil, yaitu keluarga. (*/wen)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Pemerintah Kabupaten Jayapura melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Perkebunan dan…
Menurutnya, implementasi Otsus harus difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat asli Papua melalui program-program yang menyentuh…
Suasana di sekitar Stadion Lukas Enembe selalu berubah menjadi lebih hidup setiap kali pertandingan Persipura…
Menurut Abisai, hingga saat ini sudah banyak program dan kebijakan yang dijalankan dalam rangka implementasi…
Edarkan Tramadol yang diketahui masuk dalam jenis obat keras ribuan butir atau tepatnya sebanyak 1.721…
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Jayapura, Djoni Naa, mengungkapkan masih banyak oknum perusahaan di…