

Beberapa pedagang kaki lima mulai membuka lapak jualan di Jalan Baru menuju Pasar Youtefa, Senin (21/10). (foto:Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Upaya penertiban pedagang kaki lima oleh Pemkot Jayapura, yang tanpa diikuti dengan penataan pedagang dan pengawasan, membuat para pedagang mencari jalan sendiri untuk tetap bisa berjualan dan mendatangkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
Para pedagang kaki lima yang sebelumnya berjualan di sekitar jalan masuk dan keluar Pasar Otonom Kotaraja, kini sudah mulai berpindah ke lokasi pinggir jalan utama di Jalan Baru menuju Pasar Youtefa. Tentu tindakan nekat dari para pedagang ini, akan lebih berimbas pada lalu lintas kendaraan yang lebih padat jika dibanding dengan akses lalu lintas di jalan masuk dan keluar pasar otonom Kotaraja.
“Tidak ada yang suruh, tetapi mau bagaimana lagi tidak ada pilihan” ujar salah satu pedagang yang tidak mau disebutkan namanya, ketika diwawancarai Cendrawasih Pos, Selasa (21/10), kemarin.
Sementara itu beberapa pedagang lain enggan berkomentar atau menanggapi pertanyaan dari media ini terkait aktivitas mereka di tempat itu. Bahkan mereka meminta supaya bertanya langsung ke Pemerintah Kota Jayapura.
“Tanya ke walikota atau kepala dinas saja,” timpal pedagang lain sembari melayani pembelinya.
Sebelumnya Pemkot Jayapura melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan melakukan penertiban terhadap aktivitas ratusan pedagang kaki lima yang selama ini berjualan di jalan masuk dan keluar pasar itu.
Kebijakan ini kemudian diikuti oleh sejumlah PKL lainnya, namun setelah mereka dipindahkan ke dalam kawasan Pasar mereka justru tidak memiliki tempat untuk berjualan bahkan sangat minim pembeli. Para pedagang ini kemudian mengaku sangat dirugikan dengan kebijakan itu.
Lantas mereka kemudian melakukan aksi damai di Kantor Walikota Jayapura dan menyampaikan berbagai persoalan dan kendala yang dihadapi pasca penertiban itu. Itu mereka mengancam akan membuka lapak di luar wilayah yang sudah dilarang oleh pemerintah kota Jayapura itu.
Mengenai nasib para pedagang kaki lima itu, ada yang mengaku iba dan perihatin. Bahkan meminta, pemkot Jayapura harus melihat dan menganalisa secara tepat jika mengambil kebijakan. Karena semua PKL ini merupakan tulang punggung dalam keluarga dan tidak ada pekerjaan lain yang mereka lakukan.
“Kami dengar mereka tidak menolak untuk dipindahkan dari jalan, tetapi pemerintah juga harus mengatur baik mulai dari waktu operasional pasar kemudian penataan di dalam pasar juga harus benar-benar adil” ujar salah satu warga, Iwan Setiawan. (roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kemenangan ini diraih pada pertandingan keempat, setelah pada tiga laga sebelumnya Persipura selalu gagal mengamankan…
Pria yang akrab disapa BTM tersebut menilai raihan tiga poin ini menjadi sinyal positif bagi…
Pihaknya menekankan pentingnya pengelolaan Dana Desa secara tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat nyata…
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa jaminan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius VDP Helan, S.I.K., M.H., M.Tr.Mil melalui Kasat Reskrim Polres Jayapura AKP…
Sebelumnya, Bupati Jayapura, Yunus Wonda, menyampaikan bahwa perbaikan drainase hingga jalan di kawasan Pasar Lama…