

Iptu. Bernadus Yunu Ick (foto: Karel/Cepos)
JAYAPURA – Wacana kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) di Universitas Cenderawasih (Uncen) mendapatkan penolakan dari Keluarga Besar Majelis Permusyawaratan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Cenderawasih.
Karena itu, Kamis (22/5) hari ini sekira Pukul 09.00 WIT, mereka akan mengelar aksi demo yang berlangsung di Gapura Uncen Atas Perumahan lll, Waena dan Uncen Bawah Abepura.
Kepada Cenderawasih Pos, Kordinator lapangan (Korlap) Milinut Giwijangge mengatakan bahwa pihaknya menuntut pihak lembaga Uncen untuk penyesuaian biaya agar Pendidikan tetap bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat.
“Pendidikan sangat membebani mahasiswa, khususnya Orang Asli Papua (OAP). Banyak mahasiswa tidak mampu melanjutkan kuliah akibat tingginya UKT/SPP. Kami menuntut penyesuaian biaya agar Pendidikan tetap bisa diakses oleh semua lapisan masyarakat,” jelas Giwijangge dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/5).
Menurutnya, kebijakan kenaikan UKT di Universitas Cenderawasih adalah tamparan keras bagi semangat mencerdaskan kehidupan bangsa. Menurutnya kebijakan ini justru menjadikannya sebagai beban ekonomi baru bagi orang tua mahasiswa pada umumnya.
Oleh karena itu mengingat kenaikan UKT di Uncen yang begitu drastis membuat masyarakat terutama mahasiswa gelisah. maka mahasiswa sebagai Agen Perubahan dan Agen Kontrol sosial tidak bisa diam.
“Kita harus bersuara sebagai bentuk protes terhadap kebijakan Lembaga UNCEN tanpa mempertimbankan keadaan ekonomi masyarakat (Orang Tua Kita), Kampus bukan lahan bisnis! Stop kapitalisasi dan komersialisasi Pendidikan di Uncen,” ujarnya.
Page: 1 2
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…