

Orang tua diharapkan mendorong anak untuk tidak tergantung pada gadget, tapi juga belajar bersosialiasi dengan kegiatan positif. Tampak aktifitas anak-anak Sekami Gereja Paroki Gembala Baik Abepura saat merayakan paskah belum lama ini. (FOYTO:Agung/Cepos)
JAYAPURA– Orang tua adalah keluarga inti dan yang paling dekat dengan anak. Orang tua harus berperan aktif dalam upaya melindungi sang anak. Pada era perkembangan teknologi saat ini orang tua suka direpotkan dengan hal tersebut, salah satunya untuk mengawasi anak-anak dalam penggunaan teknologi zaman sekarang.
Banyak anak-anak yang menggunakan teknologi tersebut untuk hal-hal positif, namun ada juga anak-anak yang menggunakannya untuk hal negatif. Maka disinilah peran orang tua untuk mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan teknologi tersebut.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Papua, Jeri A. Yudianto juga menyampaikan hal tersebut yakni bahwa pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anaknya dalam pengunaan Handphone (HP). Menurutnya, teknologi digital itu tidak bisa dihindari, itu menjadi gaya hidup seseorang dimasa yang akan datang.
“Teknologi digital itu kita tidak bisa dihindari, itu menjadi gaya hidup seseorang hari ini dan kedepannya,” kata Jeri kepada Cenderawasih Pos, Jumat (19/4). “Kedepan kita tidak lepas dari digitalisasi bahkan semakin tajam,” tambahnya.
Dijelaskannya anak-anak sekarang lebih senang melihat dan bahkan menonton gambar-gambar kartun yang ada di dalam HP. Itu sebenarnya kata Jefri, tidak lepas dari kontrol orang tua. Menurutnya orang tua wajib mengecek di setiap akun HP milik anaknya dengan mengunakan fitur-fitur yang tersedia di dalam HP. Bahkan kata Jefri, orang tua juga perlu mengecek di history riwayat pencarian diberbagai aplikasi yang digunakan anaknya seperti YouTube, Facebook, Tiktok, Telegram, dan Instagram.
Ia mengaku tidak ada yang bisa menghindari itu, dikarenakan sekarang anak-anak kerjakan Pekerjaan Rumahnya (PR) dengan mengunakan HP. Maka dengan itu kata Jefri perlu bagi orang tua memahami tentang teknologi digital.
“Kita tidak bisa menghindari itu, orang sekarang mengerjakan PR saja harus mengunakan HP, tetapi kalau orang tua punya literasi yang kuat di bidang teknologi digital, kemudian diatur sedemikian rupa apa yang perlu dibuka oleh Anak-anaknya,” jelasnya.
Jeri menegaskan jangan mengesampingkan pendidikan budi pekerti di rumah, wajib mengikuti, kegiatan-kegiatan keaAgamaan karena disitulah ilmu yang menjadi filter bagi anak-anak untuk mengurangi kegiatannya dengan gadget. (cr-278/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…