Categories: METROPOLIS

Dua Siswa SMPN 2 Kota Jayapura Wakili Papua ke Jakarta

JAYAPURA-Dua orang siswa-siswi SMP Negeri 2 Kota Jayapura siap diberangkatkan ke Jakarta mewakili kota Jayapura sekaligus provinsi Papua ke tingkat nasional. Kepala SMP 2 Kota Jayapura,  Dorthea Caroline Enok menjelaskan dua siswa itu akan mewakili provinsi Papua dalam Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat nasional yang akan dilaksanakan pada Mei mendatang.

   “Untuk festival tunas bahasa ibu, bersyukur kepada Tuhan karena dari sekian anak yang ada di Kota Jayapura, anak kami terpilih untuk mewakili kota, bahkan juga Papua,” kata Dorthea Caroline Enok, Jumat (19/4).

   Dia menjelaskan anak-anak tersebut akan mengikuti kegiatan festival itu mulai 1-5 Mei dan mereka akan ditampung di salah satu hotel di Jakarta. Dua siswa tersebut masing-masing bernama Teddy dan Clara. Untuk Teddy,  akan mewakili Papua untuk lomba mendongeng bahasa daerah tobati. Sementara Clara akan mewakili Papua untuk lomba kategori menyanyi bahasa daerah.

   “Nanti pada tanggal 2, Teddy ini akan mendampingi mas menteri pendidikan, bersama-sama pada upacara Hardiknas. Itu bagian dari proses yang sudah kami lalui di sekolah, dan bersyukur karena anak-anak ingin tahu seperti apa sih bahasa tobati, dan bagian itu kami jelaskan bahwa tugas kita adalah untuk melestarikan budaya. Budaya dan bahasa dalam hal ini bahasa ibu. Memang sangat sulit, tetapi kami bersyukur karena, ada penutur yang selalu setia bersama kami,” bebernya.

   Untuk mendukung pembelajaran bahasa daerah di tingkat sekolah itu pihak yang memiliki dua orang penutur bahasa daerah. Karena itu, pihaknya berharap agar generasi muda di Papua terutama di Kota Jayapura terus belajar bahasa daerah karena itu merupakan identitas diri dan jangan sampai bahasa daerah itu hilang.

  “Jadi kami punya penutur bahasa daerah untuk menolong anak-anak kami dalam proses pembelajaran. Guru pendamping ini ada dua, guru pendamping bahasa Indonesia dia juga belajar karena di dalam mendongeng pasti ada yang sesuai dengan ilmu bahasa Indonesia ada turun naiknya jedanya tanda baca, itu yang digunakan dalam melatih anak-anak ini,”tambahnya.(roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Wamendagri: Data OAP Jadi Dasar Utama Kebijakan Otsus Papua

Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk mendorong percepatan pelaksanaan sensus orang asli Papua (OAP)…

16 hours ago

Dua Warga Australia Divonis Lebih Berat dari Tuntutan JPU

Vonis yang dijatuhkan Hakim Tunggal Bakti Maulana tersebut lebih berat dibanding dengan tuntutan Jaksa Penuntut…

17 hours ago

Komnas HAM: Ada Pembiaran di Tambang Ilegal

Kasus pembunuhan terhadap pendulang emas di tanah Papua kembali terjadi dan dinilai sebagai peristiwa berulang…

17 hours ago

Kemendagri Tugaskan Pemprov Papeg Siapkan Langkah Penanganan Pasca Konflik

Kementrian dalam negeri menugaskan pemprov Papua Pegunungan dan Pemkab Jayawijaya untuk segera untuk menyiapkan langkah…

18 hours ago

Satresnakoba Polresta Musnahkan 5, 2 Gram Sabu

Penyidik Satuan Reserse Narkoba Polresta Jayapura Kota memusnahkan barang bukti narkotika golongan I jenis sabu…

18 hours ago

Presiden Prabowo Bakal Panen Raya Padi di Merauke

Gubernur Papua Selatan Apolo Safanpo mengatakan, rencana persiapan kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam rangka panen…

19 hours ago