Categories: METROPOLIS

Dinkes Papua Berusaha Habiskan Vaksin Periode 20 Maret – 8 Mei

Dinkes Papua Berusaha Habiskan Vaksin Periode 20 Maret – 8 Mei

JAYAPURA – Dinas Kesehatan Provinsi Papua terus berupaya meningkatkan cakupan vaksin bagi tenaga kesehatan, pelayan publik dan Lansia pada tahap pertama dan kedua vaksinasi Covid-19.

 Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr. Aaron Rumainum, M.Kes mengatakan,  hal ini dilakukan guna mencegah  adanya vaksin kadaluwarsa, mengingat vaksinasi Covid-19 memiliki masa penggunaan 6 bulan setelah diproduksi.

 “Khusus di Papua, dari tanggal 18 – 20 Maret terdapat kenaikan cakupan vaksin di Papua. Ada kenaikan sebesar 14. 249 suntikan dalam dua hari atau sebanyak 7. 125 suntikan per hari. Kami sedang berupaya menghabiskan vaksin,”ungkapnya kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (20/3) kemarin.

 Strategi yang pihaknya lakukan untuk menghabiskan sisa vaksin Covid-19  di Papua periode 20 Maret – 8 Mei 2021 yaitu penambahan alternatif interval  penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun).

 “Alternatif ini dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun Lansia secara bersamaan. Vaksin Covid-19 harus digunakan secepatnya karena memiliki masa pakai yang pendek yaitu 6 bulan sejak tanggal produksi,” terangnya.

 Untuk memastikan bahwa vaksin Covid-19 penggunaanya tepat, juga dibutuhkan monitoring ketat untuk pemakaian vaksin dalam rangka mencegah pemborosan vaksin.

 Selain itu, optimalisasi indeks pemakaian vaksin dengan tepat menjaga mutu dan kualitas vaksin. Vaksin Covid-19 produksi PT. Biofarma dapat dioptimalkan penggunaanya sampai 11 dosis @0,5 ml, sesuai dengan surat Biofarma nomor SD-023.12/DIR/III/2021, tanggal 12 Maret 2021 perihal penjelasan volume vaksin.

 “Sebetulnya antibiotik yang terbentuk akan lebih tinggi, jika jarak penyuntikan satu bulan, selain imunitas lebih maksimal, jarak penyuntikan satu bulan memungkinkan antrean di Puskesmas tempat vaksin lebih teratur,” tambahnya.(ana/ary)

newsportal

Recent Posts

Kapolres Jayapura Bantah Penyerangan Dilakukan Oleh OPM

Setelah kabar ini tersebar Dion langsung bertolak menuju Taja dan mengecek langsung kondisi disana. Ia…

6 hours ago

Ketergantungan Pasokan Luar Picu Gejolak Harga Pangan

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Papua menilai tingginya ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah…

3 days ago

Aset Kendaraan Dinas Pemprov Papua Masih Bermasalah

–Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia kembali memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) kepada Pemerintah…

3 days ago

Polisi Diminta Tindak Tegas Pungli di Ruas Jalan Wisata Skori–Puay

Menurut Yunus, praktik penagihan uang kepada setiap pengunjung yang melintas di kawasan tersebut tidak dapat…

3 days ago

“Bagi Orang Papua, Menjaga Sagu Sama Dengan Menjaga Kehidupan”

   Festival yang berlangsung di halaman Kantor DPR Papua dan Kampus Universitas Cenderawasih itu bukan…

3 days ago

Program Jemput Bola Dukcapil Capai Hasil Positif

Program jemput bola yang dilaksanakan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kota Jayapura terus menunjukkan…

3 days ago