Categories: METROPOLIS

Manusia Itu Sama, Tidak Ada Tinggi dan Rendah

Ribuan Masah Aksi terdiri dari mahasiswa organisasi Cipayung dan ratusan masyarakat adat dan tokoh dari berbagai kalangan saat melakukan aksi perjalanan menuju kantor Gubernur di Skyland, Senin (19/8).  ( FOTO : Noel/Cepos)

JAYAPURA – Mantan Ketua KNPB, Viktor Yeimo mengatakan bahwa selama orang asli Papua masih bersatu dengan Indonesia dari segala aspek perbuatan rasisme akan terus muncul bagi masyarakat Papua baik secara langsung maupun tidak langsung.

Viktor yang juga mantan ketua KNPB itu mengatakan pernyataan rasis yang dikeluarkan oleh ormas di Surabaya sudah menjadi kebiasaan masyarakat Indonesia dan pernyataan rasis ini akan terus ada selama Papua masih di berada dengan Indonesia.

“Pernyataan monyet adalah bagian kecil ketika masyarakat Papua hidup dalam penjajahan oleh Indonesia dan selama kita berada di Indonesia pasti kita akan terus dijajah dan rasis pasti akan ada terus untuk itu solusinya adalah memisahkan diri dari NKRI maka Indonesia harus memberikan hak kedaulatan bangsa Papua,” kata Fictor Yeimo.

Ia mengatakan seperti yang terjadi di Aborigin Afrika dan juga Amerika selama orang Papua hidup bersama bangsa penjajah pastilah proses itu akan terus mengikuti.

“Kita lihat contoh seperti di Afrika dan Amerika selama kita dijajah yang namanya rasis itu pasti akan ada sehingga masyarakat Papua harus sadar bawa kata monyet merupakan simbol perlawanan orang Papua terhadap bangsa ini,” katanya di sambut gemah Papua meedeka di Kantor Gubenur Papua.

Semua kami orang Papua selalu dihina dengan panggilan monyet. Lalu monyet-monyet ini dipaksa untuk cinta NKRI atau miliki nasionalisme Indonesia.

Sementara itu ditempat terpisah Direktur Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kemetrian Perternakan Drh I Ketut Diamirta, MP  mengatakan siapapun dia harus hidup saling menghargai sebagai ciptaan Tuhan yang mulia.

“Kita harus saling harga menghargai jangan saling menghina pada dasarnya manusia itu sama tidak ada yang tinggi dan tidak ada yang rendah,” katanya.

Ia meminta agar semua masyarakat di Papua, tidak memperkeruh suasana di Papua.

“Ini yang saya sampaikan agar masyarakat di daerah ini tidak memperkeruh suasana dan tetap menjaga keamanan bersama,” paparnya. (oel/gin).

newsportal

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago