Categories: METROPOLIS

SLB  Negeri Pembina Masih Butuh SDM dan Sarpras

JAYAPURA-Sekolah Luar Biasa Negeri Pembina Papua yang berlokasi di Buper Waena merupakan salah satu sekolah unggulan khusus untuk siswa yang berkebutuhan khusus.

Sekolah ini dirancang agar lulusannya  siap kerja. Karena itu, di sekolah tersebut sudah dilengkapi dengan bengkel kerja mulai dari, tata rias, kursus menjahit, tata boga, tata busana, kecantikan, kriya kayu, otomotif, asesor.

   “Cuma kami kesulitan dengan bengkel-bengkel yang ada. Karena kami, tidak dibarengi dengan bantuan tenaga ahli,”kata kepala SLB Negeri Papua,  Irwanyo Pairunan, Sabtu (18/1).

   Selain itu pihaknya juga kekurangan biaya operasional. Adapun Dana Bantuan Operasional Sekolah atau dana BOS namun anggaran tersebut sangat terbatas. Dalam setahun mereka hanya mendapatkan 450 juta dana BOS. Sementara sekolah dengan kondisi yang ada atau kebutuhan yang ada saat ini membutuhkan biaya yang cukup tinggi.

   “Kami biayai guru honor, listrik, keamanan, belum kebutuhan lain,”katanya.

Karena itu ketersediaan anggaran tersebut tidak mampu mensuport kebutuhan terkait dengan pengelolaan beberapa bengkel siswa di sekolah itu.

   Lanjut dia, keberadaan SLB Pembina  itu semestinya bisa memberikan kontribusi kepada SLB-SLB lain yang ada di tanah Papua. Secara keseluruhan di tanah Papua ada sekitar 7 SLB. SMP Negeri Pembina SLB Negeri 1 Jayapura, SLB Negeri Serui,SLB Negeri Uriware,SLB Negeri Saireri, SLB ABC Tunas Harapan Biak dan SLB Subiakifiadi Biak.

   “Biasanya SLB  Pembina itu semestinya kami menaungi sekolah-sekolah itu, kami juga semestinya menjadi sekolah pusat pelatihan dan pusat kegiatan. Tapi itulah dinas tidak berpikir untuk menjadi ke sana bagaimana menjadikan sekolah ini sebagai pusat pelatihan,”ujarnya.

Karena itu semestinya apabila sekolah tersebut sebagai pusat pelatihan dan kegiatan mestinya harus didukung dengan sarana dan prasarana yang menunjang.

   Selain itu saat ini sekolah itu juga kesulitan guru. Dia mengakui peminat guru SLB di tanah Papua ini sangat kecil. “Di kami sini dari sekian banyak guru hanya satu yang asli Papua kemudian di Kotaraja  tidak ada satupun guru Papua,”tambahnya.(roy/tri ).

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

H-2 FBLB ke 34, Wisatawan Mancanegara Mulai Berdatangan ke Wamena

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Kabupaten Jayawijaya Engelbert Sorabut, S.Sos mengakui jika Pada H-2…

3 hours ago

Pejabat Lama Pensiun, Bupati Tunjuk Adam Umar Plt. Asisten II

Penunjukan  Asisten yang membidangi perekonomian dan pembangunan ini dilakukan oleh Bupati Markus Mansnembra setelah pejabat…

7 hours ago

Jelang TC di Boyolali, Persipura Jalani Medical Check Up di Surabaya

Dokter Tim Persipura, Benny Surapatty, menjelaskan bahwa MCU ini wajib dilakukan untuk memastikan kondisi fisik…

9 hours ago

Disambut Antusias, Lomba Gerak Jalan Tingkat SMP Diikuti 66 Regu

Lomba gerak jalan menyambut semarah Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten…

10 hours ago

Pemkab Tolikara Gelar Advokasi dan Sosialisasi Pemenuhan Hak Anak, Dorong Terwujudnya Kabupaten Layak Anak

Pemerintah Kabupaten Tolikara melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) menggelar Kegiatan Advokasi dan…

15 hours ago

Realisasi APBD Papua Baru 36 Persen

Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Papua, L. Christian Sohilait mengatakan, realisasi anggaran sebesar 36 persen tersebut…

16 hours ago