“Saya berani jamin bahwa belanja modal yang sifatnya pembangunan besar, yang dilakukan oleh teman-teman pengguna dana tambahan infrastruktur (DTI) bisa terselesaikan hingga akhir tahun,” ujarnya.
Sebab, dalam perubahan pihaknya mengefisiensikan SiLPA untuk menghindari SiLPA di tahun berikutnya. “Jika kita mendapatkan SiLPA di perubahan, itu menjadi preseden buruk buat Provinsi Papua,” katanya.
Ia mengatakan, yang menjadi kendala dalam realisasi anggaran adalah, masih bekerja dengan minset Otsus Nomor 21. Padahal, 80 persen sumber dana Otsus ada pada regulasi yang baru.
“Ini karena selama 20 tahun terakhir, kita bekerja dengan minset Otsus Nomor 21. Kita belum membiasakan diri untuk masuk ke Otsus jilid II,” ujarnya.
Jimmy meminta para Kepala OPD memiliki semangat yang sama untuk menyelesaikan realisasi 12 persen per bulan, hingga akhir tahun 2025. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Cuaca ekstrem di dataran Kabupaten Mimika, Papua Tengah memicu tanah longsor yang memutus akses vital…
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen, menegaskan bahwa pihaknya akan memastikan situasi keamanan…
Kertua Komisi II DPR Provinsi Papua Selatan Yulians Charles Gomar memberikan tanggapan terkait dengan persoalan…
Nah, di grup barat saat ini Garudayaksa memimpin klasemen dengan 49 poin, sementara Adhyaksa menguntit…
Larangan membawa HP ke sekolah tersebut, lanjut dia, karena anak-anak tidak akan fokus belajar terlebih…
anitia Pelaksana (Panpel) Persipura Jayapura memastikan pengamanan laga terakhir Persipura menjamu Persiku Kudus di Stadion…