Dia mengharapkan festival tersebut memperkuat peran semua pihak dalam menjaga bahasa sebagai bagian dari identitas dan budaya.
“Bagi seluruh peserta bisa menjadikan festival ini sebagai momentum penting untuk menghidupkan kembali bahasa ibu di Kota Jayapura,” ujarnya.
Festival TBI 2025 digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura selama 18-19 September 2025. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Rocky Bebena mengatakan Festival TBI 2025 melibatkan 120 peserta didik jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK di daerah ini.
Dia menjelaskan peserta jenjang SD mengikuti lomba pidato, mendongeng, dan membaca puisi, SMP dan SMA/SMK mengikuti lomba membaca tulisan, bernyanyi, dan lawak tunggal.
Ia menyebut semua lomba ini menggunakan bahasa lokal dari Kampung Skow, Nafri, Kayu Batu, Kayu Pulo, dan Sentani. (antara)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Ia menjelaskan, objek delik aduan dalam pasal ini dibatasi secara ketat hanya pada lembaga negara…
Menurut pemerhati isu-isu militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi, penyempurnaan…
‘’Kalau kami dari dewan melihat bahwa aksi pemalangan itu terjadi karena pemerintah kurang memberikan sosialisasi…
"Kritik-kritik tersebut, baik melalui media hiburan maupun fenomena sosial lainnya, merupakan catatan penting dan bahan…
Kapolsek mengatakan bahwa sebelum kejadian, aparat sempat memasuki area perang dan melakukan pembongkaran terhadap tenda-tenda…
Reformasi ini tidak hanya mengubah substansi tindak pidana, tetapi juga merevolusi cara negara memproses hukum…