Valentina memaparkan, potret riil situasi kebahasaan saat ini menunjukkan bahwa mayoritas bahasa daerah di Papua hanya memiliki jumlah penutur di bawah 20.000 jiwa. Bahkan, sebagian besar di antaranya berada jauh di bawah angka tersebut. Hanya ada segelintir bahasa daerah yang saat ini memiliki basis penutur cukup besar dengan daya hidup (vitalitas) yang relatif kuat. Di antaranya adalah bahasa Mee dan bahasa Dani Barat, yang tercatat masih memiliki penutur di atas 100.000 jiwa.
Sementara itu, beberapa bahasa lain yang dinilai masih memiliki pertahanan hidup relatif kuat karena mengantongi jumlah penutur antara 20.000 hingga 50.000 jiwa meliputi: Bahasa Dani Tengah, Bahasa Dani Atas, Bahasa Dani Bawah, Bahasa Biak, Bahasa Sentani, Bahasa Moni dan Bahasa Maibrat
“Namun, di luar bahasa-bahasa yang memiliki basis penutur besar tersebut, sebagian besar bahasa lokal di Papua saat ini sudah berada dalam kategori rentan hingga sangat terancam punah,” pungkas Valentina. (jim)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Fenomena astronomi langka Blue Moon atau Bulan Biru diprediksi akan kembali terjadi dalam waktu dekat.…
Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) X Jayapura berhasil mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika jenis…
Kepala Kampung Warembori, Steven Samber, meminta Pemerintah Provinsi Papua melanjutkan pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih…
Harga tomat yang biasanya berada di kisaran normal kini menembus Rp 45.000 - 60.000 per…
Selain itu, bermain sepak bola juga lazim dilakukan di berbagai lokasi terbuka, situasi yang menurutnya…
Crosser kebanggaan Papua yang menorehkan prestasi gemilang dan kejuaraan nasional itu mengumpulkan poin sempurna dengan…