Dia mengatakan setelah proses seleksi pendaftaran, pihaknya akan memverifikasi berkas atau dokumen dari setiap calon dan kemudian setiap calon ini akan mengikuti tahapan ujian dengan menjawab beberapa pertanyaan dari pansel termasuk wawancara.
Karena itu pihaknya berharap perekrutan calon anggota DPRK ini betul-betul memiliki kualitas dan standar yang memang mewakili masyarakat adat dari kampungnya. Sehingga proses ini tidak sekedar untuk memenuhi kuota yang ada.
“Kita hanya butuh 9 kursi, tetapi kalau dari hasil seleksi ini melebihi kuota, kita akan melakukan tahapan semacam meminta pertimbangan dari kampung, nanti mereka yang berembuk, kira-kira siapa yang diutus. Karena setiap kampung itu mengutus lebih dari satu calon,” katanya. (roy/tri)\
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Bupati mengungkapkan bahwa transportasi laut mulai mengalami kendala serius, di mana kapal cepat yang menjadi…
Menurutnya, TPAKD bukan sekedar forum koordinasi melainkan instrumen kebijakan daerah guna memperluas inklusi keuangan masyarakat,…
Dalam arahannya, Bupati Frans Mote menegaskan bahwa pembangunan 10 unit rumah ini tersebar di beberapa…
Dalam arahannya, Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si menegaskan bahwa Reformasi Birokrasi bukan sekadar…
Wakil Mentri PUPR Diana Kusumastuti saat melakukan kunjungan kerja melihat lokasi pembangunan kantor Gubernur Papua…
Plt Sekda Jayawijaya Drs. Tinggal Wusono, M.AP menyatakan data masyarakat miskin yang ada di Jayawijaya…