

Sejumlah siswa sekolah dasar saat mengikuti lomba bahasa Inggris dan matematika yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Jayapura beberapa waktu lalu. (foto: Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura bekerja sama dengan Balai Bahasa Provinsi Papua melaksanakan kegiatan festival publikasi bahasa tingkat Kota Jayapura, Kamis (15/8) kemarin.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Jayapura, Grace Yokhu mengatakan, kegiatan festival publikasi bahasa, menampilkan anak-anak yang sudah menang dalam lomba pesta seni dan budaya pada Tahun 2022, yang mengcover semua bahasa dari Port Numbay.
Pesertanya juga dari kampung yang jadi jadi pemenang 2023 festival Tunas bahasa ibu dan bahasa Tobati. Selain itu juga, peserta menjadi pemenang dalam kegiatan festival bahasa ibu pada bulan Maret 2024.
“Jadi mereka menampilkan bahasa yang ada di Port Numbay. Ada stand up comedy, bercerita, menyanyi, baca cerpen untuk SMP, mendongeng untuk kategori SD. Jadi semua anak-anak lagi mengeksplor kemampuan mereka dalam berbahasa daerah yang ada di Port Nunbay” katanya.
Dia mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat yang punya bahasa daerah, terutama mereka yang ditampilkan dalam kegiatan-kegiatan itu. Karena itu hendaknya melalui kegiatan ini masyarakat juga termotivasi untuk tetap menggunakan bahasa ibu.
Setidaknya ada lima bahasa ibu yang ditampilkan dalam kegiatan festival bahasa kali ini, yakni bahasa Nafri, Tobati, Sentani, Skouw, Kayubatu. Selain itu peserta yang ditampilkan dalam kegiatan itu adalah siswa-siswi Nusantara. Ada yang dari Sorong, Paniai, Portnumbai, Sumatera, Jawa, “mereka berbicara menggunakan Bahasa Nafri, Bahasa Tobati,” ujarnya.
Dia mengatakan 5 bahasa ini dipakai karena memang sudah terancam punah. Karena itu bahasa-bahasa tersebut juga ada yang sudah memiliki kamus, ada juga yang sudah memiliki bahan ajar di sekolah.
“Lima bahasa ini karena mereka masih banyak penuturnya, dan ada juga yang sudah dibikinkan kamus, bahan ajar, ada juga buku-buku panduan yang sudah dibuat untuk mereka belajar. Kita sudah siapkan buku-buku pembelajarannya makanya kita pilih bahasa ini,”ujarnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BBKHIT) Papua memberikan perhatian serius terhadap isu masuknya…
Akademi Teknologi Laboratorium Medik Papua menyoroti tingginya ancaman tiga penyakit berbahaya di Papua, yakni malaria,…
Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, S.IK saat memimpin pendataan kerugian material…
Selain menetapkan tersangka, aparat kepolisian juga masih merangkum sejumlah laporan polisi yang masuk pasca insiden…
Peristiwa ini langsung memicu sorotan tajam lantaran terjadi di lingkungan tempat ibadah, sebuah ruang aman…
Bupati Intan Jaya, Aner Maisini, menegaskan gereja dan masyarakat sipil tidak boleh menjadi sasaran dalam…