

Matias B. Mano (foto:Mboik/Cepos)
JAYAPURA-Distrik Muara Tami memiliki beragam potensi wisata yang bisa dikembangkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di kawasan itu. Namun untuk membangun sektor pariwisata tersebut butuh kolaborasi bersama antara instansi pemerintah, tidak saja di tingkat daerah tetapi di level kementerian.
“Dari hasil pengusulan dan koordinasi kami, memang sebaiknya objek pariwisata tersebut tidak saja digarap sendiri di Dinas Pariwisata, tetapi juga perlu melibatkan kementerian-kementerian lainnya,” kata kepala dinas Pariwisata Kota Jayapura, Matias B. Mano, Sabtu (16/3).
Lanjut dia, kolaborasi dimaksud misalnya Kementerian PUPR untuk pembangunan sarana dan prasarana jalan, lampu penerangannya, dan juga mungkin ada koordinasi dengan Kemendes dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Kampung untuk melibatkan masyarakat kampung dengan dana kampung yang ada.
Lalu juga dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan beberapa instansi teknis lainnya dalam hal ini Dinas Perhubungan dan Kementerian Perhubungan untuk mengatur akses transportasi ke sana.
“Kalau Distrik Muara Tami sesuai dengan arah pembangunan dari Pemerintah Kota Jayapura itu adalah pengembangan kita menjadi Kota Baru di Muara Tami,” katanya.
Menurutnya, ada beberapa potensi wisata di distrik Muara Tami mulai dari potensi agro wisata di Koya Timur dan Koya Barat kemudian wisata PLBN Skouw yang merupakan sektor wisata utama di Kota Jayapura dan juga potensi wisata air panas di Kampung Mosso. Kemudian ada juga potensi wisata di kampung Skow Mabo, Skou Yambe, Skou Sae.
“Kami sudah lakukan penelitian terkait dengan kandungan air panas yang ada di distrik Muara Tami, sudah dilakukan pada tahun 2023, sampai sejauh ini dari kajian yang sudah dilakukan oleh tim Uncen bahwa kadar panas airnya masih nyaman untuk dimanfaatkan untuk kepentingan wisata,” ujarnya.(roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…