Categories: METROPOLIS

Urai Masalah Tanah, Butuh Pemetaan dan Dialog dengan Pemilik Ulayat

JAYAPURA – Pj Gubernur Papua, Ramses Limbong menilai pentingnya pemetaan dan dialog dengan pemilik tanah ulayat untuk mengurai masalah pertanahan di Provinsi Papua yang kerap terjadi.  Menurut Gubernur Ramses, langkah ini diyakini dapat menjadi kunci bagi pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Papua.

   Kata Ramses, masalah tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat karena kompleksitas masalah yang melibatkan hak ulayat dan aturan hukum formal. Oleh sebab itu, diperlukan sinergi antara fakta di lapangan dan aturan hukum agar tercipta solusi yang dapat diterima semua pihak.

   “Pertama, kita harus petakan dulu permasalahannya. Faktanya, tanah di sini merupakan tanah hak ulayat,” kata Ramses kepada wartawan, usai kegiatan kunjungan kerja komite DPD RI dalam rangka pengawasan atas pelaksanaan program-program agraria dan konflik pertanahan di Provinsi Papua, yang diselenggarakan di kantor gubernur, Senin (17/2).

  Menurutnya, ada aturan undang-undang dan sebagainya. “Jadi kita perlu mencari sinkronisasi antara fakta di lapangan dan hukum yang berlaku,” sambungnya.

  Ramses mengungkapkan langkah pertama adalah mengajak dialog para pemilik tanah ulayat. Langkah lainnya adalah mencari solusi bersama terkait pemanfaatan lahan secara produktif tanpa menghilangkan hak kepemilikan masyarakat adat.

   “Kami ingin pemilik tanah tetap memiliki tanahnya dan bisa dimanfaatkan secara produktif.  Jadi ada kerja sama pemanfaatan lahan yang dapat dikelola bersama antara masyarakat dan pihak swasta,” terangnya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Pemprov Papeg Salurkan Bantuan bagi Korban Kebakaran di Tolikara

Asisten III Setda Provinsi Papua Pegunungan Dr. Lukas W Kosay, SE, M.Si mengaku, bantuan ini…

7 hours ago

Bikin Bangga! Presiden Paparkan Kesuksesan Kampung Nelayan di Biak

Dalam arahannya di hadapan seluruh kepala daerah se-Indonesia, Presiden Prabowo menekankan pentingnya modernisasi sektor perikanan…

8 hours ago

Dana Otsus Difokuskan untuk Program Visi-Misi Bupati dan Wabup Mimika

agu dana Otonomi Khusus (Otsus) Kabupaten Kabupaten Mimika tahun 2026 sebesar Rp196.135.662.000. Kepala Badan Perencanaan…

9 hours ago

Perkuat Sinergi Nasional, Bupati dan Wabup Waropen Hadiri Rakornas

Rombongan dipimpin langsung oleh Bupati Waropen, Drs. Fransiscus Xaverius Mote, M.Si, didampingi oleh Wakil Bupati…

11 hours ago

Kasus Malaria Naik di Mimika Dalam Tiga Tahun Terakhir

Reynold menjelaskan bahwa pada tahun 2025 jumlah orang yang menjalani tes malaria di Kabupaten Mimika…

13 hours ago

Gereja Tak Boleh Terjebak Rutinitas Pelayanan, Harus Mampu Menjawab Persoalan

Sebanyak 300 utusan umat dari seluruh wilayah Keuskupan Jayapura dipastikan ambil bagian. Mereka terdiri dari…

17 hours ago