“Anak-anak ini yang terus mendapat tekanan akan berdampak buruk pada dia punya masa depan. Masa depannya tidak sebaik apa yang dia inginkan karena tekanan-tekanan yang terus-menerus di alami. Begitu juga dengan istri atau ibu-ibu selain dia mendapatkan kekerasan fisik, bisa juga menambah beban psikisnya,” imbuhnya.
Dia menambahkan dari hasil pendampingan yang dilakukan selama ini, pemicu dari berbagai aksi kekerasan dalam rumah tangga ini disebabkan karena minuman keras. Itu tidak saja menimpa perempuan atau anak orang asli Papua, tetapi juga masyarakat Papua Nusantara. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga, SIK, dikonfirmasi menjelaskan, peristiwa bermula ketika seorang pria diduga melakukan…
Pemandangan elok pesisir Pantai Hamadi, Kota Jayapura, kini tertutup oleh fenomena material laut dan limbah…
Ketua Komisi V DPR Papua, Dina L. Rumbiak, mengatakan pihaknya bersama Dinas Pendidikan Provinsi…
Ketua Bapemperda DPR Kota Jayapura, Ismail Bepa Ladopurab, menilai materi sosialisasi Perda RTRW yang…
Ketua Komisi B DPR Kota Jayapura, Yuli Rahman, menyambut baik dibukanya ruang sosialisasi perdana…
Hingga 21 Juli 2026, realisasi penerimaan retribusi sampah rumah tangga di Kota Jayapura baru…