“Anak-anak ini yang terus mendapat tekanan akan berdampak buruk pada dia punya masa depan. Masa depannya tidak sebaik apa yang dia inginkan karena tekanan-tekanan yang terus-menerus di alami. Begitu juga dengan istri atau ibu-ibu selain dia mendapatkan kekerasan fisik, bisa juga menambah beban psikisnya,” imbuhnya.
Dia menambahkan dari hasil pendampingan yang dilakukan selama ini, pemicu dari berbagai aksi kekerasan dalam rumah tangga ini disebabkan karena minuman keras. Itu tidak saja menimpa perempuan atau anak orang asli Papua, tetapi juga masyarakat Papua Nusantara. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Dari 139 Kampung dan kelurahan di Kabupaten Jayapura, ternyata masih ada kampung yang berada di…
Ketua Tim Kerja Pengawasan Faktor Risiko Kesehatan Orang BKK Jayapura, dr. Danur Widura, menyatakan bahwa…
Kondisi ini menurutnya tidak hanya menimbulkan ketidaknyamanan bagi para pengendara, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan…
Berdasarkan data Pelni, arus balik melalui KM Sinabung tujuan Jayapura kali ini mencatat penjualan tiket…
Karena selain mencukupi gizi anak sekolah, setiap SPPG harus mengalokasikan 10 persen untuk pencegahan stunting…
Insiden ini bermula saat sebuah speed boat rute Kampung Demba menuju Kabupaten Waropen terbalik setelah…