“Anak-anak ini yang terus mendapat tekanan akan berdampak buruk pada dia punya masa depan. Masa depannya tidak sebaik apa yang dia inginkan karena tekanan-tekanan yang terus-menerus di alami. Begitu juga dengan istri atau ibu-ibu selain dia mendapatkan kekerasan fisik, bisa juga menambah beban psikisnya,” imbuhnya.
Dia menambahkan dari hasil pendampingan yang dilakukan selama ini, pemicu dari berbagai aksi kekerasan dalam rumah tangga ini disebabkan karena minuman keras. Itu tidak saja menimpa perempuan atau anak orang asli Papua, tetapi juga masyarakat Papua Nusantara. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Kasus pembacokan yang terjadi di pertengahan Jalan Kampung Dagimon ini sempat menggegerkan warga Kota Kepi.…
Menurutnya, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, kondisi ketenagakerjaan di Kabupaten Jayapura menunjukkan…
Pemerintah Kabupaten Keerom berkomitmen untuk melakukan pembersihan internal terhadap aparatur sipil negara (ASN) yang terbukti…
Aksi demo yang digalang oleh beberapa organisasi mahasiswa Papua Pegunungan untuk menolak militer non organik…
Polres Mimika memusnahkan barang bukti narkotika jenis sabu seberat 155,64 gram pada Senin, (27/4). Kristal…
Gubernur Papua Pegunungan Dr. (HC). Jhon Tabo, SE, M.B.A mengakui Musrenbang tingkat Provinsi Papua Pegunungan…