Categories: METROPOLIS

Mutu Pendidikan Tinggi Rendah Karena Faktor Ekonomi 

JAYAPURA-Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XIV, Papua dan Papua Barat Suriel S Mofu, menyampaikan angka partisipasi pendidikan tinggi di Papua masih sangat rendah, yaitu 11 (Sebelas) persen. Hal ini membuktikan bahwa 89 persen usia pendidikan tinggi di Papua, belum mendapatkan partisipasi yang signifikan.

  Iapun menjelaskan tahun 2018, pihak LLDIKTI Wilayah Papua melakukan survei, terhadap mahasiwa di seluruh tanah Papua. Dimana yang terdaftar di perguruan tinggi swasta, ada sebanyak 86 ribu mahasiswa.

Dari jumlah yang ada mahasiwa yang aktif hanya 23 ribu orang atau (32 persen) selebihnya tidak kuliah aktif, Kemudian saat pandemi Covid 19 dari hasil survei  LLDIKTI  di Papua  dari 81.355 mahasiwa yang terdaftar, yang aktif hanya 7.565 mahasiwa, selebihnya tidak aktif.

  Pihak LLDIKTI pun melakukan survei, dan hasilnya bahwa penyebab utama ketidakaktifan mahasiswa ini karena ekonomi orang tua yang sangat lemah. “Setelah kami survey, rata rata penghasilan orang tua dari mahasiswa yang tidak aktif kuliah di Papua saat ini, rata rata orang tuanya tidak punya penghasilan tetap setiap bulannya,” kata Suriel Mofu saat menghadiri acara Launching Universitas Madani Papua Jayapura di Hotel Horison Kotaraja, rabu, (15/2).

  Persoalan yang ada, kata dia, akan menjadi tantangan bagi semua pihak lantaran dengan banyaknya jumlah perguruan tinggi di Papua, namun belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pengembangan sumber daya manusia (SDM) pada tingkat pendidikan yang tinggi.

  “Hal inilah   yang menjadi persoalan dasar rendahnya mutu pendidikan pada tingkat perguruan tinggi di Papua,” ujar Suriel S. Mofu.

  Dikatakan bahwa Kemendikbud melalui LLDIKTI Wilayah Papua dan Papua Barat telah melakukan berbagai upaya untuk untuk meningkatkan beasiswa bagi para mahasiswa di berbagai perguruan tinggi swasta di Papua, maupun Papua barat.

  “Saat ini kita (LLDIKTI) Papua telah membagikan 8.990 beasiswa dengan anggaran di atas Rp 205 miliar, tetapi angka ini masih sangat kecil, karena masih ada 34 ribu yang masih membutuhkan beasiswa,” ungkapnya.

  “Saya harap dengan adanya pembentukan DOB, maka ada dukungan dari pemerimtah daerah untuk peningkatan Beasiswa bagi para Mahasiswa di Papua,” tutup Suriel S. Mofu.(rel/tri)

newsportal

Recent Posts

Sempat Tak Percaya Saat Disuruh Main Baki Sore

Bagi Kota Jayapura, keberhasilan Nelce bukan sekadar prestasi seorang pelajar. Ada nama sekolah, keluarga, Kota…

6 hours ago

Tiga Hari Lagi, Persipura Launching di Enam Kota

Ada yang berbeda dari launching Persipura kali ini. Untuk pertama kalinya, rangkaian launching akan digelar…

12 hours ago

Sensus Ekonomi Papua Terkendala Sinyal dan Keraguan Warga

   Plt. Kepala BPS Papua, Akhmad Jaelani, mengatakan karakteristik wilayah Papua membuat proses pendataan membutuhkan…

17 hours ago

Pemkot dan Bulog Salurkan 1.122 Ton Beras untuk 37.401 Penerima

Penyaluran bantuan pangan ini menyasar 37.401 penerima bantuan pangan yang tersebar di 25 kelurahan dan…

18 hours ago

PAN Papua Panaskan Mesin Politik

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Papua bersama seluruh DPD PAN tingkat kabupaten/kota…

21 hours ago

Terima SK, Ratusan ASN Diminta Bekerja Baik Melayani Masyarakat

   Status baru sebagai ASN membawa tanggung jawab yang lebih besar untuk mengabdi kepada negara…

23 hours ago