

AKP. Handry Bawilling (FOTO: Elfira/Cepos)
JAYAPURA-Sudah satu bulan ini, seorang perempuan paro baya ditemukan tak bernyawa di Jembatan Temiri Jalan Raya Nafri – Koya, Kampung Nafri, Distrik Abepura pada Januari lalu. Tapi hingga kemarin, pelaku yang diduga memperkosa dan membunuh korban ini, masih misterius.
Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Handry Bawilling menyampaikan, pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk kejadian di Jembatan Temiri Jalan Raya Nafri – Koya, Kampung Nafri, Distrik Abepura itu.
“Anggota kami masih melakukan penyelidikan,” kata mantan Kapolsek Jayapura Utara ini kepada Cenderawasih Pos, Rabu (16/2).
Lanjut Kasat Reskrim, Sembilan orang saksi telah dimintai keterangan dalam kasus ini termasuk suami korban. “Kami serius menangani kasus ini, berdoa saja mudah mudahan pelaku cepat ditemukan,” pintanya.
Dikatakan Kasat Reskrim, pelaku hingga saat ini masih dalam lidik dan proses masih berjalan. Pihaknya juga belum mengetahui berapa orang pelakunya. “Anggota terus bekerja untuk mengungkap siapa pelakunya,” pungkasnya.
Sebelumnya, jenazah perempuan paro baya warga Kilo 9, Koya Koso yang ditemukan tanpa busana di Jembatan Temiri Jalan Nafri-Koya Kampung Nafri Distrik Abepura. Korban saat itu diduga diperkosa. Jenazah saat itu langsung dilarikan ke RS. Bhayangkara guna dilakukan otopsi setelah keluarga korban menyetujuinya. (fia/tri)
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…