

Kadishut LH Papua, Jan Jap Ormuseray mengatakan,kegiatan itu sangat penting karena pemerintah melihat perlu dievaluasi apa yang sudah dikerjakan selama ini, kemudian kondisi real di lapangannya seperti apa.
JAYAPURA– Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia melalui BKSDA Provinsi Papua bersama Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua melaksanakan rapat pemantauan capaian target rencana pengelolaan Danau Sentani di Kota Jayapura, Selasa (15/8).
Kadishut LH Papua, Jan Jap Ormuseray mengatakan,kegiatan itu sangat penting karena pemerintah melihat perlu dievaluasi apa yang sudah dikerjakan selama ini, kemudian kondisi real di lapangannya seperti apa.
Sehingga dari situ pemerintah juga bisa mengambil langkah-langkah atau tindakan untuk Danau Sentani. Sebab Danau Sentani masuk dalam 15 danau yang menjadi prioritas nasional yang ditetapkan dengan peraturan presiden Indonesia.
“Itu artinya bahwa pemerintah pusat melihat Danau Sentani ini harus dikelola dan dijaga kelangsungannya, supaya bisa memberikan manfaat. Baik dari sisi ekologi, dari sisi sosial budaya dan dari sisi ekonomi bagi masyarakat dan pemerintah yang ada di daerah,” ungkapnya.
Lanjut dia, kegiatan ini juga sebagai upaya untuk mengevaluasi guna melihat sejauh mana kerja dari tim untuk pengelolaan Danau Sentani.
Diakuinya, Danau Sentani saat ini telah terjadi pendangkalan bahkan pencemaran. Indikasinya makin sulitnya ditemukan ikan endemik Danau Sentani. Untuk itu, danau ini memang harus dikelola dengan baik dan bijaksana.
“Memang bagus sekali kalau kita sudah punya master plan pengelolaan danau. Itu akan baik sekali sehingga danau ini bisa memberikan manfaat sebagai salah satu sarana pariwisata yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi seluruh masyarakat yang ada di sekitar danau baik di Kabupaten Jayapura,”katanya.
Oleh karena itu seluruh masyarakat harus menjaga supaya sungai-sungai, saluran air yang mengalir ke danau itu jangan sampai itu menjadi sarana untuk membawa sampah ke Danau Sentani.
“Bersamaan dengan itu kita juga harus melestarikan cagar alam Cycloop. Karena dari pegunungan Cykllop ini, ada 5 sampai 7 Sungai yang mengalir ke danau. Jadi kita melestarikan danau Sentani Kita juga harus menjaga cagar alam Cycloop,”tegasnya.
Selanjutnya, Direktur Rehabilitasi Perairan Darat dan Mangrove KLHK RI, Inge Retnowati mengungkapkan, dalam upaya penanganan Danau Sentani, pihaknya mendatangi langsung untuk mendengar secara langsung dari pihak-pihak terkait yang punya peran dan yang punya tugas fungsi terkait dengan penanganan Danau Sentani.
“Kita ingin dengar dari pakar kondisi Danau Sentani hari ini. Apakah terjadi penurunan atau baik-baik saja. Kalau penurunan, aApakah di kualitas atau pendangkalan? Setelah kita tahu kondisinya kita segera telusuri kenapa,” ujarya.
Menangani danau ini diakuinya tidak hanya menangani fisik tetapi aspek sosial ekonominya juga tidak kalah penting. “Danau Sentani ini punya fungsi esensialnya, bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya tetapi bahkan untuk Kabupaten Jayapura dan kota Jayapura sehingga itu yang harus kita jaga sama-sama,” tambahnya. (roy/nat)
Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…
Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…
Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…
Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…
Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…
Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…