

Adriana H. Carolina ( FOTO:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Kepala BPS Provinsi Papua, Adriana H. Carolina mengatakan, ekspor Papua pada Juli 2023 tercatat senilai US$257,43 juta atau turun 35,55 persen dibanding bulan sebelumnya yang senilai US$399,43 juta.
Dilihat dari jenisnya, ekspor Papua pada bulan ini berupa ekspor migas senilai US$6.429 dan ekspor nonmigas senilai US$257,42 juta.
“Ekspor terbesar bulan ini berasal dari Pelabuhan Amamapare senilai US$251,45 juta atau sebesar 97,68 persen dari total ekspor Papua. Secara kumulatif, total ekspor Papua pada Januari-Juli 2023 adalah senilai US$2.987,25 juta, menurun 15,74 persen dibandingkan total ekspor Januari-Juli 2022 yang senilai US$3.545,27 juta,”ungkapnya dalam rilis kepada Cenderawasih Pos, Selasa (14/8) kemarin.
Menurutnya, ekspor bijih logam, perak dan abu (HS26) Papua pada Juli 2023 senilai US$251,41 juta. Ekspor kayu dan barang dari kayu (HS44) senilai US$1,45 juta. Ekspor golongan ikan dan hewan air lainnya (HS03) senilai US$0,12 juta dan ekspor non migas lainnya senilai US$4,44 juta yang dikirimkan langsung dari Pelabuhan di Papua.
“Ekspor ke enam negara utama pada Juli 2023 tercatat senilai US$251,53 juta atau turun sebesar 34,53 persen dibanding nilainya pada Juni 2023 yang sebesar US$384,18 juta. Ekspor ke negara lainnya pada Juli 2023 senilai US$5,90 juta,”tambahnya. (ana/ary)
Cuaca ekstrem yang melanda dataran tinggi Kabupaten Mimika, Papua Tengah, memicu bencana tanah longsor susulan…
Wakil Kepala Satuan Tugas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, AKBP Andria, menjelaskan dalam peristiwa tersebut, dua…
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, mengatakan Depapre akan dijadikan pusat pengembangan sektor perikanan di Provinsi…
"Karena dulu Papua belum dimekarkan menjadi enam provinsi sehingga demo-demo masih terpusat di Kota Jayapura.…
Secara umum kata Finnyalia pola curah hujan di Provinsi Papua dipengaruhi oleh Angin Monsun, sehingga…
Di Papua, peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day setiap 1 Mei tidak hanya menjadi…