

Tanpak lapangan SMAN 7 Jayapura dipalang mengunakan seng yang diduga dilakukan oleh pemilik hak Ulayat, Rabu (14/5). (foto:Jimi/Cepos)
JAYAPURA – Telah satu tahun lebih lamanya, lapangan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 7 Jayapura di Perumnas III, Waena tidak bisa digunakan oleh para siswa untuk menggelar upacara dan kegiatan sekolah yang lainnya.
Kondisi ini terlihat ketika Cenderawasih Pos, menyambangi sekolah tersebut pada, Rabu (14/5). Terlihat lapangan yang dimaksud tersebut dipalang menggunakan seng oleh pemilik ulayat setempat, sehingga pihak sekolah tidak dapat menggunakannya.
Rumput ilalang tumbuh subur di tengah lapangan sepak bola yang biasa digunakan pelajar di sekolah tersebut, serta rumput liar menunjukkan kurangnya pemeliharaan dan perawatan yang memadai. Hal ini menyebabkan lapangan menjadi tidak layak untuk digunakan.
Kepala sekolah (Kepala) SMAN 7 Parjan, S.Pd, M.Pd mengatakan pemalangan lapangan di sekolahnya dilakukan oleh oknum pemilik ulayat. Mereka ingin meminta ganti rugi penggunaan tanah oleh pemerintah kota (Pemkot) Jayapura.
“Terkait dengan lahan ini, pemerintah Kota Jayapura sudah komunikasi dengan pemilik tanah, cuman untuk hasilnya kami belum tahu,” kata Parjan kepada Cenderawasih Pos, Rabu (14/5) melalui via telepon.
Karena itu Kepsek berharap, masalah sengketa lahan di sekolah itu dapat segera diselesaikan dengan baik, supaya sekolah kembali menggunakanya dengan semestinya. Jelasnya lapangan tersebut dipalang oleh pemilik Ulayat sejak sekolah itu diluncurkan sebagai sekolah negeri oleh Pj Wali Kota Jayapura, Frans Pekey 16 Januari 2024.
“Sudah mau jalan dua tahun, sejak SMA N 7 Jayapura diresmikan pada 2024 lalu, tapi sampai sekarang belum ada kabar ke kami,” jelasnya.
Page: 1 2
Penolakan diambil setelah daging ayam tersebut terbukti tidak layak konsumsi akibat tingkat cemaran mikroba yang…
Menerima laporan adanya perkelahian antar 2 kelompk warga di Gudang Arang tersebut, Patroli Ramadan langsung…
Menurut Philemon, Papua memiliki potensi sumber daya alam yang besar, terutama di sektor perikanan dan…
Kapolres Jayawijaya melalui Kasat Narkoba Iptu Jan B Saragih, SH, membenarkan adanya penyerahan narkotika yang…
Kepala Sekretariat Komnas HAM RI Perwakilan Papua, Frits Ramandey, mengatakan catatan yang disampaikan berkaitan dengan…
Studi banding ke Raja Ampat dinilai sangat tepat, karena dinilai memiliki banyak kesamaan, baik dari…