

Tandatangan bersama pertama dukungan yang diberikan Pemerintah Daerah terhadap pelaksanaan PIN Polio tahap satu, di Hotel Horison Kotaraja, Senin (13/5). (foto:Yohana/Cepos)
JAYAPURA – Mengingat keseriusan Pemerintah dalam hal menuntaskan virus polio di Indonesia, Kementerian Kesehatan menggandeng Pemda se-Papua serta Unicef untuk meningkatkan cakupan vaksin polio kepada bayi usia 0 bulan -7 tahun.
Terkait dengan peningkatan cakupan vaksin, Kementrian Kesehatan menggandeng Unicef menggelar “Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan PIN Polio Tahap 1.
Kepala Perwakilan UNICEF Papua Aminuddin M. Ramdan menjelaskan, dalam kegiatan tersebut pihaknya mengundang 29 kabupaten kota dan 4 di tanah Papua.
Diakuinya, sejak tahun 2018 di Tanah Papua telah mengalami campak dan gizi buruk yakni di Yahukimo kemudian tahun 2019 timbul juga kemudian tahun 2021 rubella, kemudian tahun 2023 ada campak di Papua Tengah, Papua Selatan dan Papua Pegunungan.
“Pada tahun 2024, ada 3 kasus Polio yang ditemukan di Papua Tengah, Papua Pegunungan dan juga Papua Selatan, sebelum Polio menjadi KLB di Tanah Papua, berbagai upaya harus dilakukan yakni melalui sosialisasi kepada masyarakat mengenai bahaya Polio bagi generasi muda serta pencegahan Polio bagi anak-anak kita, ” katanya kepada Cenderawasih Pos, Senin (13/5) kemarin.
Disayangkan, untuk Tanah Papua, penyerapan imunisasi masih sangat kurang, padahal dari Dinkes, WHO, selalu berusaha mengingatkan masyarakat tentang pentingnya cakupan imunisasi lengkap bagi anak, guna menghindari gangguan polio, campak, rubella dan sebagainya.
Pihaknya mengingatkan, isu cakupan imunisasi dasar yang lengkap itu sangat penting, karena menjadi dasar bagaimana anak-anak itu bisa tumbuh dan berkembang menjadi anak Papua yang sehat.
Plh. Direktur Pengelolaan Imunisasi Kementerian Kesehatan, Gertrudis Tandy menjelaskan u ntuk mencegah penyebaran polio, saat ini yang tengah dilakukan adalah melakukan Advokasi dan Sosialisasi Pelaksanaan PIN Polio Tahap 1 untuk mendapatkan komitmen dari semua stakeholder, berikutnya pihaknya akan melakukan orientasi petugas, serta menyiapkan data kebutuhan vaksin dan selanjutnya turun lapangan.
“Putaran vaksin pertama akan dilaksanakan pada 27 Mei 2024 dan dilakukan selama 2 minggu, kemudian putaran kedua akan dilaksanakan setelah putaran satu selesai, kami targetkan bulan Juli sudah selesai, ” terangnya. (ana/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Kasus ini mencuat setelah pihak keluarga membuat laporan yang diwakili oleh Relawan Teras Peduli ke…
Menurut Thomas, pandangan yang disampaikan Komnas HAM merupakan isu yang sangat penting dan krusial dalam…
Dan kali ini bukan menjadi hal mengejutkan jika PDIP menolak program pemerintah pusat yakni Makan…
Kewenangan pengelolaan sekolah SMA/K di Papua seolah seperti permainan ping pong, antara pemerintah kabupaten/kota dengan…
Pernyataan ini menekankan bahwa pernikahan bukan sekadar ikatan formal atau pemenuhan tradisi, melainkan komitmen jangka…
Dalam arahannya, Haris Yocku meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) bergerak cepat melakukan penataan kawasan…