

Untuk meningkatkan pelayanan penyakit Kanker, Kemenkes akan membangu peralaan Kemoterapi yang saat ini sedang dipersiapkan sarana fisiknya. Pelayanan di RSUD Jayapura beberapa waktu lalu. (foto/dok cepos)
JAYAPURA – Pada pertengahan Oktober lalu, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jayapura. Dalam kunjungannya pada 11 Oktober lalu, Menkes menyebut mendukung upaya manajemen RSUD Jayapura untuk meningkatkan layanan bagi pasien. Apalagi ini merupakan rumah sakit rujukan tertinggi di Tanah Papua.
“Yang akan kita kasih adalah alat radioterapi buat kanker. Sudah dapat jatahnya (tahun ini),” ucap Menkes.
Terkait bantuan alat kemo/radio terapi kanker yang dijanjikan Menkes tersebut, Direktur RSUD Jayapura, drg Aloysius Giyai, MKes menyebut, alat tersebut dibeli melalui Dana Alokasi Khusus (DAK).
“Untuk alat radio terapi disediakan melalui DAK, pertengahan Desember alatnya masuk. Begitu fisik (pembangunan-red) selesai, alatnya langsung kami pasang di Gedung Radio terapi yang baru,” kata dr Aloysius kepada Cenderawasih Pos, Senin (13/11).
Sementara itu, terkait dengan alat CT Scan, Aloysius mengatakan jika pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pihak Kemenkes. Bahkan, dalam waktu dekat ini direncanakan Kemenkes akan kembali berkunjung ke Papua.
“Kami terus koordinasikan, mudah mudahan mereka (Kemenkes-red) membawa informasi positif dalam waktu dekat. Mudah mudahan kami bisa dibantu, karena punya kami sudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi,” terangnya.
Aloysius juga mengatakan jika proses dan kesiapan tentang ruangan dan tempat di RSUD itu sudah disiapkan. “Sudah dipastikan gedung radio terapi bisa dioperasionalkan dan bisa melayani pasien pada awal tahun 2024 mendatang,” kata Aloysius.
Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengunjungi RSUD Jayapura, Rabu, 11 Oktober 2023. Saat berada di RSUD Jayapura, Menkes mengunjungi sejumlah unit layanan unggulan baru di faskes tertinggi di Tanah Papua itu. Mulai dari Cathlab Jantung di Gedung Jantung Terpadu, meninjau progres pembangunan gedung bunker radioterapi yang sedang berjalan, lalu berdialog dengan manajemen dan karyawan rumah sakit itu.
Menurut Budi, adapun sejumlah jenis alat radioterapi kanker yang akan dibantu Kementerian Kesehatan untuk RSUD Jayapura untuk pengobatan pasien kanker, di antaranya Akselerator Linier (Linear Accelerator atau LINAC), Brachytherapy, dan CT Simulator.
“Dan semuanya ini harganya puluhan miliar. Mengapa alat ini masuk? Karena alat ini untuk terapi kanker. Saat ini kanker adalah pembunuh nomor tiga (di Indonesia) dan angkanya itu naik terus,” tegasnya. (fia/tri)
Pemerintah menargetkan pendapatan negara di wilayah Papua pada 2026 sebesar Rp6,7 triliun, yang terdiri atas…
Owen membeberkan bahwa mereka sudah menjajaki dua stadion di Jawa Timur. Dan saat ini masih…
Dari hasil peninjauan, pemerintah menemukan sejumlah aspek yang perlu segera dibenahi, di antaranya sanitasi tempat…
Keputusan ini menjadi pengalaman pertama bagi skuad Persipura. Pada musim-musim sebelumnya, mereka lebih sering menggelar…
Menurutnya, selama ini pemerintah daerah tidak pernah dilibatkan secara maksimal dalam perencanaan maupun pelaksanaan program.…
Penangkapan bermula saat D.H. menjalani pemeriksaan di Passenger Security Check Point (PSCP) Terminal Keberangkatan Bandara…