

Plt Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua, Jong H. Wakanuay (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Munculnya program sekolah baru di Papua bernama Sekolah Rakyat dipastikan tidak mengganggu sekolah lainnya. Sekolah ini dibangun berdasarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 Tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.
Plt Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Papua, Jong H. Wakanuay menyebut Sekolah Rakyat dikhususkan kepada anak-anak yang kategori orang tuanya tidak mampu. Contohnya, nelayan, petani dan buruh kasar.
“Kehadiran Sekolah Rakyat untuk menjawab kebutuhan dari masyarakat, juga bagian dari tantangan pengetasan kemiskinan ekstrem,” kata Jong, kepada Cenderawasih Pos, Senin (13/10).
Ia menyebut, kehadiran Sekolah Rakyat dan sekolah-sekolah lainnya tidak akan menganggu sekolah yang sudah ada sebelumnya.
“Sekolah lain silakan bertumbuh sesuai dengan metode pembelajarannya. Namun Sekolah Rakyat tujuannya untuk pengentasan kemiskinan, sehingga anak-anak yang kurang mampu bisa mendapatkan akses pendidikan,” ujarnya.
Page: 1 2
Ia menjelaskan, venue peninggalan PON yang berada di bawah pengelolaan Pemprov Papua tersebar di…
Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Cahyo Sukarnito, menegaskan bahwa pengamanan kegiatan penyampaian pendapat…
Tiga siswa Sekolah Negeri Khusus (SNK) Pariwisata Papua, Juan Omar, Dhafin Khairan Abuhari dan Jeskhiel…
Dari total penerima tersebut, sebanyak 1.970 orang memperoleh Remisi Umum I (pengurangan masa pidana…
Ketua DPD PDI Perjuangan Papua, Benhur Tomi Mano (BTM), mengatakan kemerdekaan Indonesia tidak boleh…
Di satu sisi, Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen secara tegas membantah…