Categories: METROPOLIS

Rakyat Masih Duka, Jangan Menambah Masalah Baru

JAYAPURA-Pemuda Papua, Alexander G. Gobai menegaskan rakyat Papua sampai saat ini masih dalam keadaan duka, karena kasus pelanggaran HAM, pembunuhan dan pemenjaraan rakyat Papua dan pejabat Papua terus terjadi. Oleh karena itu negara dalam hal ini Presiden RI, Joko Widodo sudah seharusnya dewasa melihat dan memecahkan persoalan Papua bertahap, jangan terus menambah persoalan baru bagi rakyat Papua.

  “Semua sudah tahu kondisi Papua, Joko Widodo, Presiden RI juga sudah tahu tentang status Papua dengan berbagai persoalan Papua. Oleh sebabnya, Presiden RI sudah harus berpikir baik dalam penuntasan masalah Papua. Karena Rakyat Papua masih dalam duka dan sedang marah,” kata Gobai, kepada awak Media di Jayapura, Rabu (14/09).

  Menurutnya,  Komnas HAM menangani sekitar 480 kasus tindak kekerasan pada warga sipil di Papua dalam kurun waktu dua tahun. Kebanyakan kasus kekerasan tersebut dilaporkan berkaitan dengan kerja kepolisian. Dalam kurun waktu dua tahun, tipologi tindakan kepolisian yang dilaporkan adalah kekerasan dengan total 71 kasus, penyiksaan 45 kasus, intimidasi 6 kasus, penangkapan sewenang-wenang 35 kasus, penahanan sewenang-wenang 18 kasus, penanganan lambat 162 kasus, kriminalisasi 57 kasus, dan kematian tahanan 11 kasus.

   Sayangnya, negara tidak pernah belajar dari masa lalu. Hingga hari ini, insiden pembunuhan di luar hukum masih saja terjadi di Papua. Wasior-Wasior dan Paniai-Paniai lain akan terus ada selama impunitas terus berjalan dan selama aktor kunci tidak diusut tuntas dan diadili di pengadilan umum.

  Pada tahun 2022, Kata Gobai, Negara melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) melalui mencari kesalahan kepada para pejabat Papua dengan kasus Gratifikasi atau suap kepada para pejabat. Misalnya, Kasus Bupati Mamberamo Tengah dan Gubernur Papua, Lukas Enembe.

  Di bulan September 2022, tercatat pembunuhan misterius terhadap empat (4) warga sipil asal Kabupaten Nduga di kabupaten Mimika dengan cara mutilasi, juga terjadi di Kabupaten Mappi terhadap warga Sipil. Pelakunya tentunta dari Instansi anggota TNI.

  Kata Gobai, terjadinya kasus di Timika, menjelang kunjungan Presiden Republik Indonesia (Joko Widodo) di Papua dengan agenda melaunching Papua Akademik Football, Gor Sentani dan Kunjungan ke Freeport. Kedatangan beliau tepat yang ke 14 kali di tanah Papua.

  “Sayangnya, terkesan kurang baik terhadap rakyat Papua, yang sampai saat ini keluarga korban atas berbagai kasus di tanah Papua masih membutuhkan keseriusan penyelesaiaanya. Presiden harusnya melihat dinamika dan kehidupan rakyat Papua yang masih berduka,” Kata Gobai.

  Dalam moment itu, kata Gobai, KPK RI membangun wacana dan mencari kesalahan para pejabat Papua yang adalah Tokoh Papua di tengah persoalan Papua yang sangat kompleks.

  “KPK RI, Harus berhati-hati, Rakyat Papua masih marah dengan kasus-kasus  pelanggaran HAM yang belum bisa diselesaikan di tanah Papua,” ungkap Gobai yang juga   Eks ketua BEM USTJ itu. (oel/tri)

newsportal

Recent Posts

Polres Keerom Kembali Musnahkan Ganja

Kasat Narkoba Polres Keerom AKP Rony Romy Samori menjelaskan, barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari…

14 minutes ago

Pemprov Papua Dorong 50 Persen Bahan Baku dari Lokal

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi meluncurkan 13 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung pelaksanaan…

1 hour ago

Ditinjau Tim dari Menko Polhukam, 333 Rumah Terdampak Konflik Sosial Bakal Terealisasi

Tim yang diturunkan ke Wamena saat ini dari Menko Polhukam, BNPB, Danrem 172/ PWY, PLN…

2 hours ago

BPS Jayawijaya Memastikan Inflasi September 2026 Mencapai 3.28 Persen

Kepala BPS Jayawijaya Arther Purmiasa menyatakan Pada Bulan September 2026, terjadi inflasi sebesar 3,28 persen…

3 hours ago

Tujuh Dokter UGD RSUD Boven Digoel Mogok, Pemkab Tarik Empat Dokter Puskesmas

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boven Digoel Adolof Andatu, Amd, Kep, SKM. ketika dikonfirmasi media ini…

4 hours ago

KMN Rizki Jaya Utama 01 Bocor di Laut Arafura, Satu ABK Masih Dalam Pencarian

Akibat kecelakaan tersebut, satu dari sembilan orang Anak Buah Kapal (ABK) yang berada di atas…

5 hours ago