Categories: METROPOLIS

BMKG: 14 Hari Kedepan Cuaca Cerah dan Berawan

JAYAPURA – Hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dengan durasi lama kembali terjadi di Kota Jayapura dan sekitarnya setelah beberapa hari terakhir dominasi cuaca cerah.

Ketua Tim Layanan Meteorologi Publik, BMKG, Wilayah V Jayapura, Ezri Ronsumbre, mengatakan Hujan yang terjadi sejak, Rabu sore (12/6) hingga Kamis (13/6) pagi  ini didominasi hujan intensitas sedang hingga lebat di wilayah Jayapura Utara, sementara itu, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dan tidak kontinyu terjadi di empat distrik lainnya.

  Dia menyampaikan bahwa Jumlah curah hujan 24 jam yang tertakar pada pos pengamatan hujan di Stasiun Meteorologi Maritim Dok II Jayapura menunjukkan curah hujan di Kota Jayapura sebesar 55 mm/hari (Kategori Hujan Lebat).

Hasil analisis dinamika atmosfer menunjukkan kondisi atmosfer yang cukup basah dengan ketersediaan uap air yang cukup tinggi pada lapisan 850 mb, 700 mb dan 500 mb akibat adanya gangguan pola angin di wilayah utara Papua disertai dengan adanya aktivitas gelombang atmosfer Rossby equator.

  Ezri mengatakan, adanya dua gangguan atmosfer yang terjadi bersamaan, hal inilah yang menyebabkan pertumbuhan awan-awan hujan yang cukup luas di wilayah utara Papua termasuk di Kota Jayapura dan beberapa kabupaten lainnya.

  Saat ini, kata Ezeri angin Monsun Australia telah mendominasi wilayah Papua, namun beberapa wilayah memiliki tipe Hujan Monsunal seperti kabupaten Jayapura, Kab Keerom bagian Selatan, Kab Sarmi bagian timur terpantau masih berada dalam periode musim penghujan atau belum memasuki musim kemarau.

Berbeda dengan wilayah lainnya, Kota Jayapura dan kab Keerom bagian utara serta Sebagian besar wilayah Papua lainnya merupakan wilayah dengan pola 1 musim atau hanya memiliki musim hujan sepanjang tahun.

  “Aktifnya angin monsun Australia sejak akhir April 2024 ini umumnya akan menurunkan frekuensi kejadian hujan lebat pada wilayah yang pola hujan masuk pada tipe Monsunal di atas. Hal ini karena angin ini membawa massa udara yang bersifat dingin dan kering dari Benua Australia menuju Benua Asia melintasi wilayah Indonesia,” jelasnya kepada Cenderawasih Pos, Kamis (13/6).

  Lanjut Ezri, Tipikal hujan yang terjadi pada periode angin timuran nanti ialah Hujan-hujan sedang hingga lebat dengan durasi yang singkat atau hujan ringan hingga sedang dengan durasi lama yang biasanya disebabkan pemanasan intensif sinar matahari pada siang hari saat cuaca cerah.

  “Prospek cuaca sepekan ke depan 14 hingga 20 Juni 2024, untuk wilayah Provinsi Papua umumnya didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan. Namun, aktifnya gelombang Rossby equator di wilayah utara Papua saat ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga tanggal 16 Juni 2024,” kata Ezeri.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Tan Wie Long: Ini Penghargaan Sekaligus Tanggungjawab

Ia tak menampik bahwa Indonesia masih menghadapi sejumlah persoalan terkait pelanggaran HAM yang belum sepenuhnya…

13 hours ago

Menteri Natalius Jangan Terlalu Bangga

Indonesia menjadi Presiden Dewan HAM adalah sebuah hal yang lumrah. Dimana lima region lainnya dibelahan…

14 hours ago

Evan Soumilena Dukung Turnamen Sepak Bola Antar Satker Polda Papua

Evan Soumilena dikenal sebagai pemain Tim Nasional Futsal Indonesia yang aktif membela Indonesia di berbagai…

18 hours ago

Polres Tolikara Perkuat Kamtibmas Lewat Patroli Pagi

Kegiatan patroli menyasar sejumlah titik pusat aktivitas masyarakat, seperti pertokoan, kios pedagang, serta ruas jalan…

19 hours ago

Sat Binmas Polres Mamberamo Tengah Sambangi Tokoh Pemuda Kobakma

Dalam pertemuan tersebut, Iptu Wilhelma Kurut menyampaikan keprihatinan atas maraknya penyakit masyarakat di kalangan pemuda,…

20 hours ago

Sertifikat Juara Lomba Bidang Seni Bisa Jadi Nilai Tambah Saat SPMB

Tujuan dari ketentuan ini adalah untuk menciptakan mekanisme seleksi yang lebih objektif, terstandar, dan adil,…

21 hours ago