

Laorens Wantik (foto:Elfira/Cepos)
JAYAPURA – Muncul wacana dikembalikannya Ujian Nasional (UN) pasca selesainya masa pemerintahan Menteri Pendidikan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud Ristek) Nadiem Makarim.
Terkait itu, Kepala Bidang Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Laorens Wantik menyebut pihaknya sudah melakukan kroscek atas isu tersebut. Ia menyebut menteri dan tim masih melakukan kajian dan evaluasi terkait pengembalian UN, setelah sempat dihentikan oleh Nadiem.
“Isu itu memang sedang berkembang, dan kalaupun itu dikaji, hasilnya belum bisa dilaksanakan tahun ini,” ucap Laorens saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Senin (13/1).
Selain itu, lanjut Laorens, belum ada juknis untuk diberlakukan Tahun 2026 atau 2027. Namun saat ini sedang dilakukan evaluasi antara waktu pelaksanaan UN ketika masih diberlakukan dan UN setelah dihilangkan.
“Sedang dipelajari positif dan negatif tentang dampaknya terhadap peserta didik, dan juga kepada satuan pendidikan,” katanya.
Adapun evaluasinya berdasarkan tujuannya, manfaatnya dan berdasarkan fungsinya. “Itu tiga hal esensi penting dalam evaluasi UN, setelah ketiganya dievaluasi, kemudian ditarik benang merahnya. Mungkin Tahun 2026 baru bisa dirilis apakah UN diterapkan kembali atau tidak,” ucapnya.
Dikatakan, kalaupun diterapkan kembali, itu hanya berlaku pada kelas 3. Namun diterapkan seperti sistem sebelumnya, misalnya dalam bentuk soal-soal yang secara nasional dan itu akan diatur secara khusus Tahun 2026.
Page: 1 2
Karena itu, Kemenkeu saat ini tengah menghitung kebutuhan tambahan anggaran yang diperlukan untuk menambal kekurangan…
Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Tri Purwanto, mengatakan penyelidikan dilakukan bersama Polres Jayapura…
Kesiapan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolsek Abepura, Kompol Paulus Hilapok. Ia mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian…
Ia menjelaskan, pembelajaran perhotelan di SNK Pariwisata Papua tidak berhenti di ruang kelas. Siswa…
Ia mencontohkan salah satu bentuk ketidakberesan pelayanan pertanahan yang tengah ia tangani, seperti permohonan pengembalian…
Dengan modal sekitar Rp 500 ribu, dua siswa kelas sembilan tersebut merancang alat yang dapat…