“Yang pasti belum ada instruski khusus untuk dilaksanakan tahun ini dan belum diputuskan kapan akan diterapkannya UN, kalaupun diberlakukan mungkin Tahun 2027 atau 2028,” ucapnya.
Kata Laorens, Papua tetap menggunakan ujian sekolah yang selama ini sudah dilakukan sebagai pengganti UN. Ia tak menampik bahwa banyak pro-kontra terkait dengan kebijakan ini. Ia pun menyebut ada yang mengiginkan dilakukannya UN, namun ada juga yang tidak mengiginkan itu.
“Orang tua siswa menginginkan adanya UN, namun lebih banyak siswa tidak menginginkannya. Padahal dari sisi esensi, tujuan, manfaat dan fungsinya, UN bukan hanya mengukur kemampuan siswa, melainkan hasil UN bisa digunakan ketika yang bersangkutan tes di kepolisian, masuk ke perguruan tinggi dan lainnya,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Di balik lembaran berkas perkara yang menumpuk, ada kisah-kisah pilu tentang biduk rumah tangga yang…
Kepolisian Resor (Polres) Mimika tengah menyelidiki kasus penganiayaan berat yang menimpa seorang petugas keamanan swasta…
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Papua selaku Kepala Operasi (Kaops) Sikat Cartenz 2026, Kombes Pol…
elayanan kesehatan di daerah pedalaman Mimika masih menghadapi tantangan berat akibat keterbatasan fasilitas dan kebijakan…
Pertemuan tersebut membahas rencana pembukaan dan pengembangan lahan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan…
Kepala SMA Negeri 1 Sentani, Kelasina Yanggroseray, meminta para orang tua siswa memahami keterbatasan daya…