Categories: METROPOLIS

Kena Retribusi Rp 10 Ribu, PKL Pilih  Jualan di Pinggir Jalan

Sepi di Dalam Pasar, Ramai di Pinggir Jalan 

JAYAPURA-Persoalan Pasar Otonom Kotaraja tak kunjung diselesaikan secara tuntas, dan justru makin  memprihatinkan. Dimana beberapa lapak yang telah disediakan oleh pemerintah terlihat kosong tidak ada pedagang.

  Kondisi ini terpantau ketika Cenderawasih Pos pada, Senin (13/1) pada pukul 15.30 WIT sambangi pasar tersebut. Beberapa pedagang tampak menunggu pembeli, sementara pedagang lain terlihat melayani segelintir pembeli.

  Menurut salah satu pedagang di Pasar Otonom La Nuri (59) menjelaskan, penurunan pembeli di dalam tersebut diakibatkan karena banyak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang jual hasil kebunnya di bahu jalan utama menuju Pasar Induk Youtefa.

   “Sepi sekali, kita dari pagi jam 06.00 WIT disini hingga sore ini (pukul 15.30 WIT) pembeli masih satu, dua orang saja yang datang,” kata La Nuri kepada Cenderawasih Pos di Pasar Youtefa, Senin (13/1).

  Kondisi ini kata La Nuri dikarenakan tidak tegasnya pemerintah terhadap masyarakat dalam menertibkan PKL yang jual di ruas jalan utama. Ia mengaku Pemerintah kota (Pemkot) telah melakukan penertiban beberapa kali, namun para pedagang justru tidak hiraukan dan tanpa pengawasan pasca penertiban.

  Di tempat yang sama Andriani (32) pedagang buah-buahan merasakan hal yang sama. Ia mengatakan kondisi tersebut terjadi sudah sejak lama, namun tidak ada solusi dari pemerintah kota.

  “Beberapa kali pemerintah kota melakukan penertiban terhadap pedagang yang jual di pinggir jalan. Di depan BPOM dan kantor karantina itu sudah ditertibkan. Tetapi mereka pindah lagi di Jalan Utama, Jalan Baru,” ungkapnya.

  “Pembeli sudah di depan semua, karena di depan juga lengkap semua, tidak ada yang kesini (Pasar Otonom),” tambahnya.

  Karena itu, ia berharap kepada pemerintah yang baru nantinya agar dapat lebih memperhatikan kondisi Induk Youtefa dan pasar Otonom, agar semuanya tertib dan tidak seberawut. Harapan itu ia sampaikannya agar kota Jayapura terlihat lebih bersih dan rapih.

   Sementara itu Margareta (51) salah seorang pedagang di Jalan Baru mengaku, ia dan teman-teman pedagangnya jual di pinggiran jalan tersebut dikarenakan kondisi di dalam pasar Otonom sepi   pembeli.

   Tak hanya itu kata Margareta susunan lapak atau kios untuk pasar tidak teratur Bahkan masih ada pungutan liar. Hal ini yang membuat dirinya lebih memilih jual di bahu jalan ketimbang di dalam pasar dengan kios lengkap.

   “Kita jual disini karena didalam pasar Otonom sepi, makanan kita tidak jual di dalam. Mama-mama ini mereka dari kebun langsung kesini tidak lagi ke dalam pasar,” ucap Margareta ketika di tanya Cenderawasih Pos, Seni (13/1) sore.

  Pedagang itu mengaku sempat dilakukan penertiban oleh Pemkot, namun para pedagang tetap bertahan dan tidak berpindah. Hal ini menimbulkan kemacetan panjang di daerah tersebut dikarenakan parkiran liar dari para pembeli tidak teratur.

   “Kita disini sudah dikenakan retribusi kepada Pemkot, setiap harinya Rp 10 Ribu per orang. Jadi untuk sementara ini tidak ada lagi penertiban. Sebelum ada retribusi kita disini sering didatangi Satpol-PP untuk dilakukan penertiban,” ungkapnya. (kar/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Kejati Tetapkan Dua Tersangka Korupsi Proyek Jalan Boven Digoel

Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut, Jumat…

3 hours ago

Wajib Menang Meski Banyak Celah

Tim Mutiara Hitam wajib mengamankan tiga poin untuk memutus tren buruk mereka di awal musim…

18 hours ago

Sama-sama Mabuk, Seorang Guru Dibacok Teman Minum

Penganiayaan tersebut diduga dipicu cekcok antara korban dan pelaku berinisial RM (20) dimana pelaku dan…

23 hours ago

Tekanan Diplomatik di Forum PBB Momentum Emas Bagi Indonesia

Sorotan ini menjadi krusial mengingat posisi geopolitik Pasifik dan sensitivitas isu kedaulatan nasional Indonesia di…

1 day ago

​Perjanjian Roma dan New York Agreement Dianggap Cacat

Bertepatan dengan peringatan momen bersejarah Perjanjian Roma, yang jatuh, 30 September setiap tahunnya, pihak KNPB…

1 day ago

16 Pejabat Baru Dilantik jelang 2 Tahun Prabowo-Gibran

Dalam reshuffle kali ini, Prabowo melantik sejumlah pejabat untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Mereka…

1 day ago