Mambay juga menekankan perlunya kolaborasi lintas instansi. Dinas kehutanan, lingkungan hidup, tim SAR, dan BPBD harus saling terhubung dalam memberikan peringatan dini.
“Hal-hal kecil yang diabaikan bisa menimbulkan bencana besar. Itu yang harus dicegah,” ucapnya.
Sementara Plt Kepala BPBD Papua, Wisnu menambahkan, setiap wilayah di Papua memiliki potensi bencana yang berbeda. Potensi banjir tinggi berada di Kota Jayapura, Keerom, dan Sarmi, sementara daerah rawan gempa meliputi Nabire, Keerom, dan Pegunungan Bintang.
Menurutnya, kesiapsiagaan yang dibangun saat ini sejalan dengan tema rakor, Papua Tangguh, Papua Hebat. Tema tersebut diharapkan menjadi pedoman BPBD di semua tingkatan untuk meningkatkan kapasitas penanganan bencana.
“Kita siap menghadapi bencana, tapi yang paling penting adalah meminimalkan dampaknya. Rakor ini menjadi momentum memperkuat koordinasi, membekali peserta dengan keterampilan, serta mempercepat respon saat bencana terjadi,” pungkasnya. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Suster Yosephin Temelap mengatakan, api muncul dengan cepat diduga dari area dapur. Saat itu aktivitas…
Pemerintah Provinsi Papua menyatakan produksi telur ayam di empat kabupaten kini telah melampaui kebutuhan harian…
Para pengelola pantai dan penyedia jasa penyewaan pondok wisata kini harus menelan pil pahit…
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Uskup Agung Merauke Mgr. Petrus Canisius Mandagi, M.S.C., Uskup…
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richard J. Nahumury, mengatakan Festival Port…
Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop dan UKM)…