Categories: METROPOLIS

Status ASF di Kota Jayapura Masih Tunggu Uji Banding Hasil Lab

JAYAPURA-Pemkot Jayapura melalui Dinas Peternakan masih menunggu hasil banding uji laboratorium pemeriksaan sampel darah babi yang terindikasi terkena virus African Swine Fever (ASF).

   Kepala Dinas Peternakan kota Jayapura,  Jean Rollo menerangkan, sebelumnya pihaknya telah mengambil sampel darah ternak babi  dari beberapa kawasan di daerah kota Jayapura Yang dilaporkan sakit.

   Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di laboratorium UPT milik Kementerian yang ada di Koya Koso,  ada indikasi babi terserang penyakit, namun belum dipastikan apakah itu virus ASF atau virus lainnya.  Untuk memastikan hal itu pemerintah provinsi Papua, dalam hal ini dinas perkebunan dan peternakan melakukan uji banding pemeriksaan laboratorium di Maros Makassar dan sampai saat ini masih menunggu hasil pengujian laboratorium tersebut.

    “Kejadian yang dilaporkan oleh masyarakat itu di Kampung Nafri, Kemudian kami dengan Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua coba melakukan cek ke lokasi kejadian dan kemudian mengambil sampel darah melalui lab  UPT ementerian yang ada di Koya Koso,  sudah diperiksa dan indikasinya ke sana, tetapi belum ditentukan apakah itu sebuah wabah.”ungkap Jean Rollo.

    “Jadi hasil laboratoriumnya sudah kita terima Dinas Peternakan Provinsi Papua coba melakukan uji banding lagi ke laboratorium di Maros.  Karena itu kita menunggu hasil,  kita pantau kejadian yang terjadi di Nafri, ” lanjut  Jean Rollo, Rabu (12/6).

   Dia mengatakan untuk wilayah Papua yang sudah terkonfirmasi mendapat penyebaran virus asff itu baru di Kabupaten Jayapura terutama di kampung Nolokla distrik Sentani Timur.  Karena itu saat ini Pemerintah Kota Jayapura terus memantau perkembangan di lapangan untuk memastikan ada tidaknya penyebaran virus mematikan itu.

   “ASF kalau informasi dari Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua,   di Papua baru munculnya di Kabupaten Jayapura,  ketetapan SK Gubernur itu karena ada kajian tertentu, saya diberi tugas khusus untuk peternakan di Kota Jayapura,  selama ini kita pantau,” bebernya.

   Lanjut dia, sebenarnya penyakit pada ternak babi itu gejalanya hampir-hampir mirip,  ada flu, itu disebabkan oleh antraks,  bisa juga disebabkan oleh virus.  Karena itu untuk memastikan ada tidaknya penyebaran ASF di kota Jayapura perlu dilakukan pemeriksaan uji banding yang sementara ini sedang dilakukan di Makassar.(roy/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos   

Juna Cepos

Recent Posts

Wali Kota: SPMB di Sekolah Negeri Gratis!

Terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) ini, Wali Kota Jayapura, Dr. Abisai Rollo menegaskan bahwa…

2 days ago

Tuntutan 13 Tahun Penjara Agar Ada Efek Jera

Kepala Kejaksaan Negeri Jayawijaya, Sunandar Pramono, SH, MH mengatakan dari 9 terdakwa kasus korupsi dana…

2 days ago

MRP Kecewa, Tak Bisa Bertemu Bupati dan Wabup Jayapura

Kelompok Kerja (Pokja) Adat Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua mengaku kecewa karena tidak dapat bertemu…

2 days ago

Besok, Wapres Dijadwalkan Kunjungi Asmat

Gubernur Apolo menjelaskan, dalam rangka kunjungan tersebut, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Papua…

2 days ago

Pemerintah Jangan Korbankan Tanah Adat

Menurut Emanuel Gobay, yang juga anggota Koalisi Penegak Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Papua,…

2 days ago

6 SPPG Mimika yang Dibekukan Segera Beroperasi Kembali

​Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan enam Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Mimika, Papua…

2 days ago