Categories: METROPOLIS

Dunia Kerja Butuh Kompetensi dan Sertifikasi

JAYAPURA-Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua mencatat angka pengangguran di Papua terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Bertambahnya jumlah lulusan SMA dan SMK yang tidak seluruhnya terserap di dunia kerja menjadi salah satu faktor utama penyebab kondisi tersebut. Selain itu, dunia kerja juga butuh tenaga kerja yang kompeten dan bersertifikasi.

   Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Papua, Fransiska H. Rerey mengatakan setiap tahun jumlah pencari kerja baru bertambah seiring dengan kelulusan siswa SMA dan SMK.

   “Setiap tahun pengangguran pasti bertambah karena anak-anak yang tamat sekolah terus ada. Tidak semua lulusan SMA atau SMK dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, dan tidak semuanya langsung mendapatkan pekerjaan,” kata Fransiska kepada Cenderawasih  Pos, Selasa (10/2).

   Menurut Fransiska, keterbatasan kemampuan ekonomi menjadi salah satu alasan lulusan SMA/SMK tidak melanjutkan pendidikan. Sementara itu, peluang kerja yang tersedia belum mampu menampung seluruh angkatan kerja baru.

   Untuk menekan angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja Papua melakukan berbagai upaya melalui program pelatihan keterampilan bagi pencari kerja. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja di dunia usaha dan industri.

   “Perusahaan membutuhkan tenaga kerja yang kompeten dan memiliki sertifikasi. Karena itu, kami memberikan pelatihan agar pencari kerja memiliki keahlian yang sesuai,” jelasnya.

   Namun demikian, pelaksanaan program pelatihan masih menghadapi kendala keterbatasan anggaran. Meski begitu, Dinas Tenaga Kerja tetap berupaya menjangkau sebanyak mungkin masyarakat melalui pelatihan yang tersedia.

   Selain pelatihan, masyarakat juga didorong untuk mengembangkan usaha mandiri sebagai alternatif penciptaan lapangan kerja. Melalui Balai Latihan Kerja (BLK), peserta tidak hanya dibekali keterampilan, tetapi juga diarahkan untuk membuka usaha sendiri.

   “Contohnya pelatihan otomotif. Setelah lulus, peserta bisa membuka bengkel dan menyerap tenaga kerja. Ini penting karena tidak semua perusahaan membuka lowongan pekerjaan setiap saat,” katanya.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago