Categories: METROPOLIS

Anggaran Dipangkas Rp 16 M, Kegiatan Pengawasan BPOM Berkurang

JAYAPURA-Sejumlah lembaga terdampak dengan kebijakan pemangkasan anggaran dari pusat, saah satunya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat yang terpangkas hingga mencapai 80 persen. Pemangkasan ini juga dirasakan dampaknya oleh Balai BPOM Jayapura yang mendapat potongan anggaran mencapai 50 persen.

   “Tentunya kita juga sangat merasakannya dampak dari pemangkasan ini. Karena itu kami sudah mulai penghematan-penghematan dengan memilah-milah kegiatan yang ada di Balai Besar POM Jayapura ini,” ungkap Kepala BBPOM Jayapura, Hermanto kepada Cenderawasih Pos, Selasa (12/2).

   Dengan kondisi anggaran yang kurang, akibat pemotongan, pelayanan di BPOM Jayapura akan dilakukan berdasarkan jumlah dan kriteria. Kondisi ini pun tidak mengurangi BBPOM untuk melayani masyarakat.

   “Layanan publik kita tetap laksanakan, kalau ada pihak ketiga yang ingin mau menguji sampel juga bisa, karena keterbatasan anggaran kami akan memberikan pelayanan berdasarkan jumlah dan kriteria serta kebutuhan masyarakat,” terangnya.

   Diakuinya dengan adanya pemotongan anggaran itu kemampuan pihaknya untuk mengakomodir semua kegiatan di BBPOM Jayapura berkurang. Jadi, lebih prioritaskan ke hal-hal yang sangat dianggap penting sebagai bentuk dukungan kebijakan pemerintah.

  Menurutnya, BBPOM Jayapura mengoptimalkan dengan anggaran yang ada untuk bisa memberikan dampak yang baik kepada masyarakat.

“Kita sekarang hemat, mulai dari listrik, konsumsi, kegiatan-kegiatan yang sifatnya serimonial, perjalanan dinas dan sebagainya. yang terpenting pelayanan kita kepada masyarakat tidak terhambat,” ungkapnya.

  Adapun pemotongan anggaran yang dialami BBPOM Jayapura kurang lebih sebanyak Rp 16 Miliar. Jika dipersentasikan sekitar 50 persen lebih. Jumlah tersebut hanya bisa digunakan untuk gaji pegawai, peliharaan gedung serta kegiatan pengawasan dikurangi.

  “Kita di Jayapura sekitar Rp 16 Miliar. Sekarang agak susah sekitar 50 persen lebih dipotong. 50 persen itu digunakan untuk gaji pegawai, pemeliharaan gedung serta kegiatan pengawasan dikurangi karena itukan perlu anggaran,” pungkasnya. (kar/tri)

Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos

BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS  https://www.myedisi.com/cenderawasihpos

Juna Cepos

Recent Posts

Curanmor Dominasi Kejahatan di Kab.Jayapura, Mei Tertinggi Capai 61 Kasus

Kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) masih menjadi salah satu tindak kriminal yang paling menonjol di…

11 hours ago

Polres Biak Amankan Belasan Kendaraan yang Dimodifikasi

Kendaraan-kendaraan itu ada yang dimodifikasi dengan tangki dengan ukuran besar dari ukuran standar. Operasi penertiban…

12 hours ago

Anggaran Terbatas, Pemprov Papsel  Tunda Penambahan OPD

“Untuk pembentukan OPD yang baru, sudah pernah kita ajukan berdasarkan analisis kebutuhan kelembagaan yang dilakukan…

13 hours ago

Tekad Cawor Kembalikan Persipura ke Liga 1

Ricky Cawor resmi kembali bergabung dengan tim Persipura Jayapura untuk menghadapi kompetisi Liga 2 musim…

14 hours ago

Pengemudi Ayla Merah Ditahan di Polresta Jayapura

   Seluruh identitas pengemudi serta korban yang merupakan satu keluarga kini telah teridentifikasi secara pasti.…

15 hours ago

Andika Wisnu Kerja Keras Demi Kejayaan Tim

Mantan pemain PSBS Biak itu memiliki tekad besar untuk bisa mempersembahkan prestasi bagi tim kebanggaan…

16 hours ago