

Ni Nyoman Sri Antari (foto:Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Kepala Dinas Kesehatan Kota Jayapura, Ni Nyoman Sri Antari mengatakan, pembangunan infrastruktur Puskesmas dan juga rumah dinas bagi tenaga medis yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Jayapura pada tahun ini sedikit mengalami keterlambatan, terutama waktu mulainya pekerjaan tersebut.
Menurut Sri Antari, keterlambatan ini disebabkan karena beberapa faktor yang mengakibatkan terhambatnya proses pelaksanaan kegiatan tersebut. “Kita memang agak terlambat waktu mulainya, karena ada beberapa persoalan yang sempat terjadi dalam proses pelaksanaan kegiatan ini,”kata Ni Nyoman Sri Antari, Rabu (11/9).
Dia menjelaskan untuk pekerjaan Puskesmas yakni Puskesmas Twano, Ely Uyo, pekerjaan Puskesmas tersebut sedang berlangsung, termasuk pekerjaan Puskesmas di daerah perbatasan.
Beberapa fasilitas kesehatan yang dibangun itu menggunakan alokasi dana DAK, otonomi khusus dan dana alokasi umum. Hingga saat ini berdasarkan progres pembangunannya rata-rata pekerjaannya belum mencapai 50%.
“Rata-rata pekerjaan ini kan kita baru mulai di awal Juli kemarin,”ujarnya
Karena itu dia berharap kepada para pihak ketiga yang mendapatkan tender pekerjaan Puskesmas, rumah dinas supaya bisa mengejar target waktu sehingga sampai di Desember nanti pekerjaannya bisa tuntas.
Sementara terkait dengan jumlah anggaran yang digelontorkan untuk pembangunan fasilitas kesehatan di Kota Jayapura itu mencapai Rp 20 miliar lebih dengan sumber anggaran DAK, DAU dan Otsus.
“Mudah-mudahan bisa dengan semua metode bisa cepat selesai. Harus sudah selesai semua di Desember, tapi kita lihat saja perkembangannya. Jadi kalau dilihat harus kerja keras, lembur, siang malam,” imbuhnya. (roy/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Akar dari permasalahan ini dibongkar oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian. Dalam Rapat Kerja…
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Jayapura, Kombes Pol Rommy Sebastian, menjelaskan bahwa korban selamat bernama Agnes…
Di berbagai wilayah Papua, tantangan pendidikan masih menjadi perhatian, mulai dari keterbatasan akses pendidikan tinggi…
Dikatakan, untuk LPG 12 kg dijual dengan harga Rp 410.000. Sementara untuk LPG ukuran 5,5…
Media sosial Rabu (10/6) siang kemarin dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan dugaan menu…
Pejabat Sementara Kasubdit Patroli Polairud Polda Papua, AKP Wilston Latuasan, menegaskan bahwa menjaga kelestarian ekosistem…