

Petugas Forcaster Stamar Dok II Jayapura saat memantau kondisi cuaca, Rabu (14/1) (foto:BMKG for Cepos)
JAYAPURA – Masyarakat di wilayah Provinsi Papua diminta untuk meningkatkan kewaspadaan seiring dengan prediksi peningkatan intensitas hujan yang disertai kilat, petir, dan angin kencang dalam sepekan ke depan, terhitung mulai, 11-17 Mei 2026.
Berdasarkan hasil monitoring, wilayah Zona Musim (ZOM) seperti Kabupaten Jayapura, Keerom, dan Sarmi saat ini masih berada dalam masa penghujan. Sementara wilayah lainnya yang memiliki tipe hujan monsunal satu (1) diperkirakan akan terus mengalami curah hujan merata sepanjang tahun.
Kepada Cenderawasih Pos, Ketua Tim Meteorologi Publik BMKG Papua, Finnyalia Napitupulu, menjelaskan bahwa, faktor pemicu cuaca ekstrem di Papua disebabkan karena aktifnya Monsun Barat/Asia yang membawa massa udara lembap ke wilayah Papua.
Selain itu, terdapat beberapa faktor teknis meteorologi yang memperkuat potensi badai diantaranya, awan cumulonimbus, dan anomali suhu muka laut.
Menurutnya suhu perairan utara Papua yang hangat (positif) memicu pertumbuhan awan yang masif.
“Adanya belokan angin yang membentuk daerah pertemuan massa udara, sehingga meningkatkan curah hujan secara signifikan,” kata Finnyalia, kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan tertulisnya, Senin (11/5).
Page: 1 2
Tindakan tidak terpuji terjadi di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Seorang pria berinisial AK (31)…
Enam bulan pertama Tahun 2026 menjadi periode yang sarat tantangan bagi Kepolisian Daerah (Polda) Papua.…
Dalam video berdurasi kurang dari dua menit itu, tampak kendaraan operasional Dinas Lingkungan Hidup dan…
Kapolres Jayapura AKBP Dionisius V.D.P. Helan mengatakan hingga saat ini proses hukum terhadap kasus tersebut…
Sebagian kebiasaan tersebut telah menjadi rutinitas sehari-hari sehingga sering dianggap aman. Padahal, jika dilakukan terus-menerus,…
Berdasarkan data yang diungkapkannya, total biaya pelatihan untuk satu orang calon manajer koperasi mencapai angka…