Categories: METROPOLIS

Hampir Setiap Ruko  di Entrop Ada Tukang Parkir

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura nampaknya perlu sebuah strategi baru yang benar – benar memberi solusi terkait kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya dari sektor retribusi parkir kendaraan.

  Selama ini, setiap tahun dilakukan evaluasi dan selama itu pula OPD terkait selalu menyebut kalimat terjadi kebocoran. Hanya anehnya parkiran liar terus marak dengan berbagai tarif yang berbeda – beda. Untuk wilayah Entrop yang bisa dibilang paling banyak juru parkir (Jukir).

   Meski menggunakan ada yang rompi, namun tidak menyertakan karcis  kepada pengguna lahan parkir. Bahkan  ada juga yang sama sekali tak dibekali dengan karcis retribusi.

“Agak kesal juga sebab kebanyakan hanya tahu menerima uang parkir, tidak memberikan karcis dan juga tidak  mencarikan jalan. Bahkan ada yang membiarkan motor terparkir berantakan tanpa mau merapikan,”  singgung Gunawan, salah satu pegiat sosial di Kota Jayapura.

   Ia sampai menyebut bahwa hampir setiap meter di Entrop selalu ada tukang parkir. “Ada yang juga memberikan karcis tapi kebanyakan malah tidak. Akhirnya uang masuk di kantong pribadi karena tidak masuk hitungan dan di situlah disebut kebocoran,” bebernya.

  Gunawan menambahkan bahwa jika para jukir ini dilakukan pembinaan secara berkala tentang peran dan tugas seorang jukir, maka PAD  dipastikan akan naik signifikan dan warga yang menggunakan jasa parkir juga merasa puas.

  “Kalau mau dibilang yang paling tertib ya parkiran di PTC. Disana semua kendaraan wajib membayar sesuai tarif dan wajib menerima karcis. Ini bertolak belakang dengan yang terjadi di samping Mal Jayapura dimana kalau malam ada yang tarik sampai Rp 20 ribu dan itu dalam keadaan mabuk,” singgungnya.

   Gunawan lantas berharap persoalan jukir liar termasuk yang resmi bisa paham tugas dimana tidak hanya menerima uang parkir tetapi lebih dari itu. “Lalu harus bisa ikut memantau dan mengamati kendaraan yang terparkir. Jadi jangan sampai ada helm atau justru kendaraan hilang. Inikan musibah dua kali namanya,” tutup Gunawan. (ade/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Suara Perempuan Papua Diduga Ada 107 Ribu Warga Mengungsi

Jelasnya praktik kekerasan berbasis gender, kekerasan seksual, serta diskriminasi struktural maupun kultural dialami perempuan Papua…

2 days ago

Pembangunan Terminal Khusus Masih Dalam Tahap Pembahasan

Kepala Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan Papua Selatan, Paino ditemui media ini disela-sela pembahasan…

2 days ago

Siap Sambut Rencana Investasi Rp 100 Triliun

Petrus Assem menjelaskan, penanaman tebu di Merauke tersebut untuk industry gula dengan produk turunannya bioethanol…

2 days ago

Pengukuhan Lembaga Adat Belum Dilakukan

Di tengah desakan kelompok warga yang menuntut pengukuhan lembaga adat, Bupati Mimika Johannes Rettob memilih…

2 days ago

Disinyalir Terjadi Pelanggaran HAM Berat

al ini disampaikan langsung Direktur Eksekutif ALDP, Latifah Anum Siregar kepada Cenderawasih Pos melalui keterangan…

2 days ago

Bulog Salurkan Bantuan Pangan untuk 27 Ribu Warga

Perum Bulog Kantor Cabang (KC) Timika mulai mematangkan persiapan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan…

2 days ago