Categories: METROPOLIS

68 Guru Dari Daerah Rawan Ikuti Diklat Guru Penggerak

JAYAPURA-Di sela kunjungan kerja mendampingi Wakil Presiden Mar’uf Amin ke Papua, Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Kemendikbudristek Prof.Dr.Nunuk Suryani, M.Pd, menyempatkan diri bertemu dengan  peserta pelatihan guru penggerak di Kantor Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPSDM) Papua, Selasa (10/10).

  Dirjen GTK Nunuk Suryani menyampaikan pelatihan tersebut sangat memberi banyak manfaat bagi para guru, salah satunya untuk meningkatkan kompetensi guru, selain itu peserta pelatihan akan menerima banyak insentif.

  Insentif ini, tidak hanya dalam bentuk uang, tapi insentif lain yang didapatkan oleh guru penggerak. Seperti, mereka bisa diangkat menjadi kepala sekolah, menjadi fasilitator sekolah, atau keuntungan lain yang mereka dapatkan setelah menjadi guru penggerak.

  “Saya harap setelah mendapatkan pelatihan ini, calon guru penggerak ini dapat merubah mindset mereka tentang profesi guru, serta dapat memajukan dunia pendidikan di tanah Papua,” ungkap Ditjen GTK RI.

  Sementara itu Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi, Papua Fatkurohmah, S. Pd.,M.Pd., menyampaikan pelatihan tersebut merupakan berlaku bagi guru guru yang mengajar di daerah rawan di Papua. Atau disebut dengan Pendidikan Guru Penggerak angkatan 9 intensif. Dimana disebutkan bahwa program guru penggerak ada tiga jenis, diantaranya Guru Penggerak Reguler, Dasus dan Intensif.

  Untuk GP Reguler, berlaku bagi guru yang mengajar di daerah aman, seperti di daerah perkotaan., sementara PG Dasus, berlaku bagi guru yang aman dari tingkat keamanan, tapi susah terkendala dengan akses, seperti jaringan dan kendala lainnya.

  “Kalau yang ada sekarang ini, guru yang mengajar di daerah rawan, tapi juga sangat terkendala mendapatkan akses jaringan itulah disebut PG Intensif,” terang Fatkurohmah.

    Setelah mengabdi di daerah, peserta pelatihan akan kembali mengikuti bimbingan di BPSDM, kemudian dilakukan seleksi. “Kalau semua tahapan itu selesai, maka peserta akan mendapatkan sertifikat sebagai guru penggerak Intensif,” ungkapnya. (rel/tri)

Juna Cepos

Recent Posts

Temuan Pemborosan Anggaran Jadi Perhatian DPRP di APBD Perubahan

   Ketua DPR Papua, Denny Henrry Bonai, mengatakan pembahasan tindak lanjut akan dilakukan oleh masing-masing…

9 hours ago

DPR Kota Jayapura Tetapkan 12 Raperda Dibahas Tahun Ini

  Regulasi ini mencakup empat (4) Raperda kategori APBD dan Delapan (8) Raperda Non-APBD guna…

10 hours ago

Mantan Bendahara Bunda PAUD Papsel Divonis 4 Tahun Penjara

Putusan Majelis Hakim Tipikor Jayapura tersebut  lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum sebelumnya yang…

11 hours ago

Pergaulan Bebas dan Faktor Ekonomi Jadi Penyebab 1000 Lebih Anak Berhenti Sekolah

  Sejumlah mama Papua datang dari berbagai Distrik di Kota Jayapura mengenakan sandal jepit, menggandeng…

12 hours ago

Stok Obat Menipis, Pelayanan Puskesmas Mopah Baru Terancam Terganggu

Kepala Puskesmas (Kapus) Mopah Baru Severina SH. Wiratwanti menyampaikan, stok obat, terutama jenis obat yang…

13 hours ago

Kemarau Panjang di Papua Pegunungan, Sejumlah Sumur Bor Milik Warga Mulai Mengering

Forecaster BMKG Wamena Ahmad Armanda menyatakan musim kemarau di wilayah Papua Pegunungan ini dimulai dari…

14 hours ago