

Plh. Sekda Kota Jayapura, Evert Meraudje (foto: Mboik/Cepos)
JAYAPURA– Pemerintah Kota Jayapura akan meninjau kembali izin membangun Madrasah di Jaya Asri, yang sebelumnya disebut-sebut sebagai bangunan pondok pesantren. Hal ini diungkapkan oleh pelaksana tugas harian Sekda kota Jayapura, Evert Meraudje, Jumat (9/8).
“Rencana kita dari pemerintah akan meninjau kembali izin bangunan dari Madrasah itu yang mana sebelumnya disampaikan bahwa itu adalah bangunan pondok pesantren,”katanya.
Dia mengatakan apabila itu dibangun pondok pesantren memang sangat tidak dimungkinkan. Apalagi daerah itu sesuai dengan RT RW nya hanya untuk kawasan pemukiman. Kemudian kondisi saat ini juga wilayah tersebut sudah masuk pada wilayah pemukiman padat, sehingga tidak dimungkinkan lagi untuk membangun pondok pesantren yang membutuhkan lahan yang sangat luas.
“Kami pikir kalau lahan di sana itu tidak bisa untuk membangun pondok pesantren karena itu membutuhkan lahan seluas 5 hektar lebih. Tapi mereka sudah informasikan bahwa itu bukan Pondok Pesantren tetapi Madrasah lanjutan dari TK Paud yang ada di situ. Dan bangunan itu direncanakan dibangun di atas lahan seluas 7 x 8 meter persegi,”ujarnya.
Sebelumnya diberitakan di salah satu media bahwa akan dibangun pondok pesantren di kawasan itu. Bahkan saat pencanangan pembangunannya dihadiri langsung oleh PJ Gubernur Papua, Ridwan Rumasukun. Menurutnya pemerintah kemudian turut mencari tahu informasi itu apakah benar akan dibangun pondok pesantren atau madrasah.
“Peristiwa di Jaya Asri itu kan terjadi di tanggal 14 Juli, kami bertanya yang salah ini yang menulis beritanya atau bagaimana. Ternyata memang ada spanduk yang menyatakan di situ akan dibangun pondok pesantren. Sekarang kita bilang itu akan dibangun Madrasah tetapi kita akan lihat di dokumen. Kami bisa pastikan untuk pondok tidak mungkin kasih izin karena dari sisi RT RW sudah terkunci. Itu kawasan pemukiman,”ujarnya. (roy/tri).
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Selain capaian akademik, pihak sekolah juga mencatat tingkat retensi siswa yang sempurna. Hingga saat…
Kunjungan Menteri Dalam Negeri ke Kampung Mosso dilakukan untuk meninjau langsung pelaksanaan program yang…
Mendagri Tito Karnavian mengungkapkan bahwa kawasan Dok IX Tanjung Ria masih membutuhkan perhatian serius…
Bima Arya menilai penanganan kawasan Sungai Anafre tidak cukup hanya melalui kegiatan pembersihan rutin.…
Menteri Dalam Negeri menyoroti masih tingginya angka masyarakat di Papua yang belum memiliki rumah maupun…
Situasi tersebut membuat laga ini menjadi sangat krusial. Brasil hanya membutuhkan hasil imbang untuk menjaga…