Usulan lain disampaikan orang tua murid lainnya bernama Jonan, yang menyebut bahwa sebaiknya rute untuk anak SD tidak disamakan. “Mengapa tidak menggunakan jalur Holtekamp yang datar dan bisa terkontrol secara baik. Satu jalur ditutup khusus untuk gerak jalan ketimbang banyak yang pingsan seperti ini,” sarannya.
Tak hanya itu, Pantauan Cenderawasih Pos rute gerak jalan ini berdampingan dengan kendaraan yang hilir mudik, akhirnya nampak tak rapi. Di depan Hotel Yasmin para peserta akhirnya menggunakan jalur trotoar lantaran badan jalan penuh dengan mobil.
“Harusnya ini bisa diatur baik. Aneh tiba – tiba semua naik di trotoar. Lalu ketika ambulance mau bergerak ke rumah sakit mengantar mereka yang pingsan harus antre karena terhalang penonton maupun peserta gerak jalan itu sendiri. Harusnya untuk medis diberi akses khusus,” bebernya.
Ini belum lagi sampah banyak sekali di dalam Taman Imbi, yang artinya pihak sekolah juga tidak mengingatkan muridnya untuk bertanggungjawab atas sampah yang dihasilkan. (ade/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Wakil Gubernur Papua Selatan Paskalis Imadawa memberi pesan tegas kepada jajaran Himpunan Kerukunan Tani Indonesia…
Apolo mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Papua Selatan menyampaikan selamat dan sukses atas amanah yang diberikan…
Kepala Bidang Perkebunan Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Andrias di Nabire, Senin, mengatakan kerusakan…
Pengembangan Pelabuhan Merauke terus dipersiapkan seiring meningkatnya aktivitas dan trafik angkutan barang. Saat ini, pengembangan…
Koordinator Umum, Bertho Nayak Entama, menegaskan bahwa proses CASN Formasi 2024 telah berjalan cukup lama,…
Kapolresta Jayapura Kota Kombes Pol Fredrickus W.A. Maclarimboen mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik…