Philemon mengungkapkan investor yang sedang dijajaki berasal dari China dan tergabung dalam sebuah konsorsium yang bergerak di berbagai sektor usaha. “Investor yang sedang saya bangun jaringan berasal dari China untuk pengembangan perikanan dan pertanian, meskipun perusahaan dalam konsorsium tersebut juga bergerak di berbagai bidang lainnya,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan sektor perikanan direncanakan dipusatkan terlebih dahulu di wilayah Papua, khususnya Jayapura. Namun ia juga mengusulkan agar pengembangan pelabuhan perikanan dapat dilakukan di daerah lain, seperti Pulau Yapen.
Sementara untuk sektor pertanian, menurutnya wilayah Jayapura dinilai memiliki ketersediaan lahan yang cukup luas untuk pengembangan perkebunan skala besar.
Meski demikian, Philemon belum dapat memastikan kapan rencana investasi tersebut akan direalisasikan karena masih bergantung pada proses pembicaraan dan negosiasi dengan pihak investor. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…
Ketua KSPI Papua, Benyamin Eduard Inuri, mengatakan bahwa aksi tersebut merupakan bagian dari gerakan serentak…
Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan bantuan pemerintah. Sosialisasi…