

JAYAPURA — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jayapura terus memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di wilayah pesisir yang berlangsung di Aula Kantor Kampung Holtekamp, Kamis (9/10).
Melalui kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Mitigasi serta Kesiapsiagaan Kondisi Membahayakan Manusia (KMM), BPBD menekankan pentingnya kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko orang tenggelam.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekda dan diwakili, Asisten I Setda Kota Jayapura, dr. Ni Yoman Sri Antari. Dalam keterangannya, Sri Antari menegaskan bahwa Kota Jayapura sebagai daerah pesisir memiliki potensi bahaya tinggi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di laut.
“Kota Jayapura memiliki banyak kawasan wisata pantai dan aktivitas bahari yang menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Namun, dibalik keindahan itu tersimpan risiko tinggi terjadinya kondisi membahayakan manusia, terutama kejadian orang tenggelam,” ujarnya.
Menurutnya, sebagian besar kasus tenggelam terjadi akibat arus balik pantai (rip current) arus kuat yang bergerak menjauh dari garis pantai dan kerap tidak disadari oleh pengunjung. Beberapa lokasi di Jayapura seperti Pantai Holtekamp, Hamadi, dan Base-G disebut sebagai titik rawan yang memerlukan kewaspadaan ekstra dari masyarakat maupun pengelola wisata.
Page: 1 2
Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…
ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…
Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…
Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…
"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…