Sementara Kepala BPSDA Papua, Elsye Penina Rumbekwan mengatakan pelatihan ini untuk menyegarkan kembali bahwa eselon III dan eselon IV adalah motor peggerak di lapangan. Sedang pimpinan merupakan pengambil kebijakan.
“Kita dituntut sebagai ASN dan sebagai pelayan masyarakat harus bisa menyesuaikan dengan perkembangan dan situasi yang ada. Selain itu, peserta perlu diberikan inovasi-inovasi baru untuk membangun di daerahnya masing-masing dan di OPD-nya masing-masing,” ujarnya.
Sementara kegiatan yang digelar selama 90 hari di BPSDA Papua, diikuti sebanyak 80 peserta PKA angkatan I dan PKP angkatan I yang berasal dari beberapa perwakilan dari provinsi di tanah Papua. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Komite Nasional Papua Barat (KNPB) menilai bahwa tanggal 1 Mei 1963 adalah salah satu hari…
“Memasuki tahun 2027, kita berada pada tahap integrasi pembangunan. Berbagai upaya yang telah dibangun harus…
“Kota Jayapura, Keerom, Kabupaten Jayapura dan Sarmi menjadi pusat pertanian perkebunan yang akan kami bangun…
Meski dana Otsus terus mengalami peningkatan signifikan secara nominal, narasi kegagalan dalam menyejahterakan Orang Asli…
Suara Perempuan Papua Bersatu menggelar mimbar bebas di Lingkaran Abepura, Kamis (30/4). Sejumlah aspirasi dari…
Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, menggandeng sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh adat untuk bersama-sama mengimbau…