Categories: METROPOLIS

Pengurusan Data Honorer Masih Tahap Dua

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatikan (BKPP)  tengah melakukan verifikasi terkait data pegawai honorer yang terdaftar di Kota Jayapura. Hal ini terkait kebijakan baru Mendagri agar permasalahan honorer harus selesai pada 2023.

   “Kita di Kota Jayapura masih tahap 2 dan tentu fokus sekarang adalah menyelesaikan itu karena kuota yang diberikan pun terbatas,” ujar Sekda Kota Jayapura, Dr. Frans Pekey.

  Menurut Sekda, dari total 3.134 tenaga honorer yang terdaftar di Pemkot Jaypaura,  kuota untuk Kota Jayapura hanya sebanyak 1.200 orang saja, sehingga harus dipastikan apakah yang didaftarkan sudah memenuhi syarat, salah satunya memiliki masa kerja minimal 5 tahun.

   “Kita masih belum tahu yang sisanya ini nanti bagaimana. Kita ikuti saja dinamika ini. Kebijakan seperti apa yang diambil pusat. Jika nanti ada kebijakan susulan, kita pasti ikuti,” jelasnya.

  Menurutnya proses verifikasi dan validasi harus dilakukan secara ketat agar tidak mengecewakan. “Prosesnya dari BKPP terus BKN kemudian Menpan. Jadi tidak serta merta, karena kaitannya dengan SK. Jika tidak diperiksa betul-betul apakah yang didaftarkan telah memenuhi syarat administrasi tentunya ketika kita usulkan akan dikembalikan. Ini mengundang kecewa yang lebih lagi,” pungkasnya.

   Sementara itu Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. Rustan Saru MM berharap BKPP segera menyelesaikan proses validasi tersebut. “Karena ini kaitannya dengan deadline yang diberikan pusat. Sehingga kita berharap bulan ini segera selesai. Kalau bisa sebelum jabatan Walikota dan Wakil Walikota berakhir.” tandasnya. (Rhy/tri)

newsportal

Recent Posts

Gereja Membela Harkat dan Martabat Manusia, Jangan Dinilai Gerakan Politik Praktis

   Mofu mengungkapkan bahwa HONAI dibentuk sebagai ruang bersama untuk menjawab berbagai persoalan kemanusiaan, terutama…

3 hours ago

Dorong Penyelesaian Hukum, Jangan Biarkan Pemalangan Jadi Kebiasaan

   Menurutnya, setiap penggunaan tanah masyarakat adat untuk kepentingan umum seharusnya telah melalui proses yang…

11 hours ago

Polisi Ungkap Hasil Labfor Pecahan Botol di Komnas HAM

   Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Papua, Kombes Pol Parasian H. Gultom, mengungkapkan bahwa…

12 hours ago

Siapkan Konsolidasi Besar Masyarakat Adat Tabi-Mamta

  Pertemuan yang dikemas dalam bentuk sidang pleno ini menjadi momentum penting untuk merumuskan agenda…

14 hours ago

Amankan Kendaraan Dinas, Pemprov Papua Libatkan Jaksa dan BPK

  Penjabat Sekretaris Daerah Papua Christian Sohilait, mengatakan penertiban kendaraan dinas dilakukan karena masih terdapat…

15 hours ago

Masa Tanggap Darurat Diperpanjang 7 Hari

   Rustan meminta seluruh warga terdampak, khususnya para pengungsi, untuk tetap bersabar sembari pemerintah mematangkan…

16 hours ago