Categories: METROPOLIS

Dana Otsus Kini Lebih Cepat Disalurkan

Sinkronisasi Pembangunan Papua Diperkuat

JAYAPURA-Pemerintah terus memperkuat percepatan pembangunan di Tanah Papua melalui sinkronisasi perencanaan antara pemerintah pusat dan daerah. Upaya tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar Badan Pengarah Papua (BPP) di Kabupaten Biak Numfor pada 5–7 Maret 2026.

Rapat ini merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden Nomor 107 Tahun 2025 tentang Rencana Aksi Percepatan Pembangunan Papua (RAPPP) 2025–2029, yang menjadi pedoman pembangunan Papua lima tahun ke depan.

Pertemuan tersebut dihadiri anggota Badan Pengarah Papua dari enam provinsi di Tanah Papua, di antaranya Alberth Yoku (Papua), Irene Manibuy (Papua Barat), Yoseph Yanawo Yolmen (Papua Selatan), Pietrus Waine (Papua Tengah), Hantor Matuan (Papua Pegunungan), dan Otto Ihalauw (Papua Barat Daya) beserta sejumlah pihak terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut dibahas sejumlah isu strategis, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan Otonomi Khusus (Musrenbang Otsus), sinkronisasi RPJMD dengan RAPPP, hingga integrasi sistem informasi pengelolaan Dana Otonomi Khusus.

Sinkronisasi perencanaan ini penting untuk memastikan program pembangunan di Papua sejalan dengan prioritas nasional sekaligus kebutuhan daerah. Fokus pembangunan diarahkan pada empat sektor utama, yakni Papua Sehat, Papua Cerdas, Papua Produktif, serta penguatan politik, hukum, dan keamanan (Polhukam).

Musrenbang Otsus sendiri menjadi forum penting bagi pemerintah daerah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan program prioritas yang didanai dari Dana Otonomi Khusus. Melalui forum ini, program pembangunan diharapkan lebih inklusif dan tepat sasaran.

Di sisi lain, pemerintah juga mendorong integrasi sistem informasi pembangunan melalui SIPPP milik Bappenas, SIPD milik Kemendagri, dan SIKD milik Kementerian Keuangan. Integrasi sistem ini memungkinkan proses perencanaan, penganggaran, hingga pelaporan dana dilakukan secara terhubung dengan prinsip “input sekali, digunakan berkali-kali”.

Dengan sistem tersebut, duplikasi data dapat dikurangi, akurasi informasi meningkat, dan proses penyaluran dana pembangunan menjadi lebih cepat.

Dampak positif dari integrasi sistem ini mulai terlihat pada awal tahun anggaran 2026. Jika pada tahun-tahun sebelumnya penyaluran Dana Otonomi Khusus tahap pertama baru dimulai pada Mei, maka pada 2026 dana sudah mulai disalurkan sejak awal Februari.

Page: 1 2

Juna Cepos

Recent Posts

Natal Papua 2026 Disiapkan untuk Semua

   Asisten III Sekda Papua Bidang Administrasi Umum, Suzanna Wanggai mengatakan, pelaksanaan Natal perlu dipersiapkan…

49 minutes ago

Haornas ke-43, Wali Kota Ajak Warga Jadikan Olahraga Gaya Hidup

   Kegiatan tersebut diikuti jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura. Peringatan…

2 hours ago

Tiga Jenazah Diterbangkan ke Kampung Halaman

Untuk yang pertama diterbangkan di hari kedua pasca insiden penembakan tersebut Korban Aprida Rapi diterbangkan…

1 day ago

Bupati Gusbager Kaget Ada Kampung Tak Tersentuh Pelayanan Pemerintah

Kampung Onam merupakan salah satu kampung Perbatasan yang terletak di pinggiran sungai Sofker. Kampung ini…

1 day ago

Polisi Tetapkan 8 Orang Sebagai Tersangka

Kedelapan tersangka masing-masing FA (30), YA (33), RA (35), ZT (40), OR (29), RA (42),…

1 day ago

Pemkab Jayapura Masih Punya Utang Tanah Rp211 Miliar, Dibayar Bertahap

Pemerintah Kabupaten Jayapura masih menghadapi pekerjaan rumah dalam penyelesaian kewajiban pembayaran tanah yang telah digunakan…

1 day ago