Categories: METROPOLIS

BPOM Temukan 27,64 Persen Sarana Distribusi Tidak Layak

JAYAPURA- Ratusan akun penjual kosmetik, makanan dan obat obatan di Papua diawasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) di Jayapura. Selain itu, BPOM juga melakukan Patroli Cyber.

  Kepala Balai BPOM di Jayapura Mojaza Sirait mengatakan, pengawasan BPOM sepanjang tahun 2021 meliputi pengawasan rutin, memeriksa sarana distribusi pangan, kosmetik, obat obatan hingga obat tradisional.

  “Kita ingin memastikan semua obat dan makanan yang ada di Papua selalu terjaga keamanan  dan manfaatnya,” ucap Mojaza kepada Cenderawasih Pos, Senin (10/1).

   Sirait menyebut, pengawasan BPOM yang dilakukan di tahun 2021. Banyak menemukan barang kedaluwarsa, mulai dari sarana distribusi pangan di kios, warung, toko hingga supermarket.

  Bahkan, dari 531 sarana distribusi yang diperiksa 27,64 persen BPOM menemukan tidak layak karena tidak  memenuhi ketentuan,  lantaran ada pangan kedaluwarsa, pangan rusak atau pangan tanpa izin edar.

  “Temuan yang paling banyak adalah pangan kedaluwarsa, mulai dari obat tradisional, makanan hingga kosmetik. Secara trend, banyak kita menemukan toko toko yang masih  menjual bahan kedaluwarsa, namun jumlahnya sedikit,” terangnya.

  Selain itu, BPOM juga melakukan pengawasan kepada semua Marketplace yang ada di Papua termasuk media sosial forum jual beli. Dari identifikasi BPOM, jika ada yang ketahuan menjual barang secara menyimpang, BPOM langsung mendatangi yang bersangkutan, mengamankan barang barangnya dan melakukan pembinaan.

  “Pengawasan penjualan secara online, paling banyak temuannya adalah kosmetik tanpa izin edar, obat tradisional tanpa ijin edar dan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat. Hingga ada yang kita proses hukum,” tuturnya.

  Disampaikan Mojaza, ketika barang itu sudah ada di etalase pelaku usaha atau di gudangnya. Secara hukum tanggung jawab dari pelaku usaha untuk menjamin baragnya tidak kedaluwarsa.

  “Setiap pelaku usaha wajib melakukan pemantauan, pengecekan secara rutin. Pelaku usaha menjamin barang barang yang diproduksi atau diperdagangkan itu aman, bermutu dan bermanfaat. Kesadaran dan kemauan pelaku usaha yang terus kita dorong untuk jangan abai dengan hal sederhana seperti itu, karena itu menyangkut kesehatan pembeli,” tuturnya.

   Selain dari para pedagang, juga perlu  mengedukasi  masyarakat supaya menjadi masyarakat yang cerdas. Artinya, sebelum membeli barang, maka pastikan selalu mengecek kondisi barang yang akan dibeli, cek kemasan, cek label dan cek izin edar serta tanggal kedaluwarsa. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

BTM Soroti Fair Play, Desak Evaluasi Wasit dan VAR di Liga 2

Belakangan ini, publik dihadapkan pada sejumlah pertandingan yang memicu tanda tanya, termasuk laga antara Persiba…

1 day ago

Sayangkan Aksi Demo yang Berdampak Libur Sekolah

ewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kota Jayapura, menyatakan keprihatinan mendalam atas kondisi yang terjadi di sejumlah…

1 day ago

Wamenkes: 90 Persen Kasus Malaria Nasional Berasal dari Papua

Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Benjamin Paulus Octavianus, menegaskan Papua masih menghadapi beban penyakit menular…

1 day ago

Pemkot Pastikan Penyaluran Bantuan Pangan Tepat Sasaran

Pemerintah Kota Jayapura menegaskan komitmennya dalam memastikan penyaluran Bantuan Pangan Nasional berjalan tepat sasaran dan…

1 day ago

Tanah Diselesaikan Sesuai Prosedur, Bupati Mohon Sekolah Jangan Dipalang

Bupati Jayapura, Yunus Wonda, meminta masyarakat pemilik hak ulayat tidak lagi melakukan aksi pemalangan, terutama…

1 day ago

Provinsi Papua Pegunungan Dapat Porsi Dana Otsus Paling Kecil

"Kemarin itu saat pertemuan memang dirasa ada ketidakadilan sebab kita mendapatkan kuota fiskal untuk otsus…

1 day ago