Meski demikian, ia menegaskan keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat anggota MRP dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai representasi kultural orang asli Papua. “Kami tetap bekerja meski tanpa fasilitas yang memadai. Ini yang kemudian dilihat dan didengar langsung oleh Bapak Gubernur, baik melalui pemberitaan media maupun penyampaian kami hari ini,” tambahnya.
Nerlince berharap, kunjungan tersebut menjadi titik awal perhatian serius dari pemerintah daerah, termasuk melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan MRP. “Kami percaya Bapak Gubernur akan menjawab pergumulan yang ada di lembaga ini,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Abisai juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di kalangan pemuda pasca Musyawarah Daerah (Musda). Ia…
Menurut Evert, buku cerita rakyat tersebut akan menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, masa…
Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Papua menggelar sosialisasi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) serta Pencegahan,…
–Kelompok Kerja (Pokja) Perempuan Majelis Rakyat Papua (MRP) mendorong lahirnya Rancangan Peraturan Daerah Khusus (Raperdasus)…
Kejuaraan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 25 hingga 27 Juni 2026, dibuka secara…
Bupati Keerom, Piter Gusbager menyalurkan Dana Desa tahap I dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) triwulan…