Meski demikian, ia menegaskan keterbatasan tersebut tidak menyurutkan semangat anggota MRP dalam menjalankan tugas dan fungsi mereka sebagai representasi kultural orang asli Papua. “Kami tetap bekerja meski tanpa fasilitas yang memadai. Ini yang kemudian dilihat dan didengar langsung oleh Bapak Gubernur, baik melalui pemberitaan media maupun penyampaian kami hari ini,” tambahnya.
Nerlince berharap, kunjungan tersebut menjadi titik awal perhatian serius dari pemerintah daerah, termasuk melalui organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk segera menindaklanjuti berbagai kebutuhan MRP. “Kami percaya Bapak Gubernur akan menjawab pergumulan yang ada di lembaga ini,” pungkasnya. (rel/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Berdasarkan keputusan tersebut, Kabupaten Keerom menerima alokasi dana dengan rincian Tambahan DAU Rp 67.250.912.000, penyaluran…
Kegiatan ini menjadi informasi dan bukti nyata, apa yang selama ini telah dikerjakan pemerintah daerah,…
Suara dentuman meriam simulasi dan letupan gas air mata memecah keheningan Mimika, Papua Tengah. Di…
Direktur LBH Papua, Festus, mengatakan kasus tersebut tidak semestinya hanya dipandang sebagai persoalan teknis…
Lima pasien anak yang sebelumnya menjalani perawatan setelah diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi menu Makan…
Bayang-bayang tapal batas yang membentang di tanah Papua tak mampu memagari jejak Ben Alois Natkime.…