Lebih lanjut ia menekankan bahwa penting peran gereja dalam perkawinan itu untuk menjelaskan secara tegas kepada pasangan terkait dengan maksud dan tujuan dari perkawinan itu, tidak hanya sekedar dilakukan tetapi diperlukan juga pembekalan agar penceraian tidak dianggap suatu hal yang biasa saja tetapi sesuatu yang dianggap sakral.
Tak hanya itu, Zaka juga menyebut pentingnya kedewasaan dalam suatu perkawinan baik itu dewasa dalam beriman maupun dalam berpikir karena tanggung jawab setelah pernikahan itu sudah besar. “Dampak dari perceraian itu sangat luas, baik bagi pasangan, anak-anak, dan keluarga, termasuk dampak psikologis, sosial, ekonomi, dan kesehatan,” pungkasnya. (kar/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
Page: 1 2
Berdasarkan hasil penyelidikan awal otoritas kepolisian, pelaku melancarkan aksinya dengan skema yang terstruktur. Mereka menjanjikan…
Sebanyak 141 warga negara Indonesia (WNI) tercatat sedang menjalani proses hukum dan hukuman di Papua…
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan dr. Benedicta C. H. Rahangiar menjelaskan, koordinasi penanganan KLB…
Dalam konferensi pers di Kantor Badan Komunikasi Pemerintah Indonesia (Bakom) pada Rabu (24/6), JAM Pidsus…
Keputusan tersebut tidak datang begitu saja. Taufik diketahui sempat meminta saran kepada mantan atasannya, Dadang…
Laporan itu menjadi salah satu tuduhan paling serius yang pernah dilontarkan terhadap Israel sejak perang…