Categories: METROPOLIS

Pemprov Antisipasi Lonjakan Harga Bapok Jelang Ramadan

JAYAPURA-Untuk memastikan stok komoditas aman menjelang ramadan, Pemerintah Provinsi Papua akan melakukan pertemuan dengan para distributor. Plt. Asisten II Setda Papua, Suzana Wanggai menyampaikan, pertemuan tersebut untuk mengantisipasi kenaikan barang dan kelangkaan barang, terutama kebutuhan pokok masyarakat.

  “Kita akan melihat apa yang kurang dan apa yang harus diantisipasi dan langkah langkah apa yang harus kita buat kedepannya,” kata Susi kepada wartawan.

  Susi juga menyampaikan untuk mengantisipasi lonjakan harga, pihaknya akan melakukan operasi pasar. “Operasi Pasar Murah kita harus adakan dan tentu yang turun ke lapangan adalah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),” terangnya.

  Susi juga mengaku bahwa hingga saat ini stok barang di Papua terbilang masih aman. “Stok kita sejauh ini masih aman, kalau tidak aman berarti kita akan teriak ke pusat supaya mereka bisa datangkan,” tegasnya

  Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos, menjelang bulan Ramadan atau bulan puasa bagi umat muslim, sebagian bahan komoditas di Pasar Youtefa masih fluktuatif. Sebagian ada yang mulai mengalami kenaikan harga menjelang ramadan. Kendati demikian, ada juga beberapa harga barang yang mengalami penurunan atau bahkan stabil.

  Bawang putih misalnya, harga sebelumnya Rp 35 ribu/kg kini naik menjadi Rp 40 ribu/kg. Bawang merah dari sebelumnya Rp 50 kini naik menjadi Rp 55 ribu. Buncis yang sebelumnya Rp 15 ribu/kg naik menjadi Rp 20 ribu per kg.

  Sementara cabai besar dari harga Rp 80 ribu turun menjadi Rp 60 ribu/kg. Cabai rawit dari harga Rp 90 ribu kini menjadi Rp 70 ribu/kg. Telur ayam Rp 65-68 ribu/rak, ayam potong Rp 55 ribu/rak.

  Seorang pedagang Rosalina mengatakan, harga barang ada yang mengalami kenaikan ada juga yang turun. Hal ini dikarenakan stok barang itu sendiri. “Sementara stoknya aman, namun dipastikan ramadan nanti harga barang akan mengalami kenaikan,” kata Rosalina kepada Cenderawasih Pos, Kamis (9/3)

  Kenaikan tersebut kata Rosalina dipicu permintaan barang melonjak sementara ketersediaan barang menipis. “Palingan kenaikannya tidak terlalu signifikan, disesuaikan,” ucapnya. (fia/tri)

newsportal

Recent Posts

Komnas HAM Diminta Selidiki Kasus Tiga Warga Sipil

Menurut Anthon, langkah itu penting agar tidak muncul korban-korban sipil lainnya akibat tuduhan sepihak yang…

18 hours ago

Pemkot Siap Tegakkan Perda yang Belum Optimal

Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menegaskan Pemerintah Kota Jayapura akan mengoptimalkan pelaksanaan sejumlah peraturan…

1 day ago

Eksploitasi Seksual Jadi Temuan Ditsiber

Kasubdit I Ditresiber Polda Papua, Kompol I Wayan Laba, mengatakan kejahatan siber merupakan segala bentuk…

1 day ago

Jalur  Utara Papua Jadi Prioritas Konektivitas Daerah

Menurut dia, jika konektivitas darat dan laut berjalan bersamaan maka masyarakat akan memperoleh manfaat yang…

1 day ago

Transparansi dan Pelayanan Publik di BPN Dinilai Buruk

Wakil Ketua I DPR Kota Jayapura, Max Karubaba, menegaskan bahwa pelayanan pertanahan merupakan hak mendasar…

1 day ago

Tiga Kali Setubuhi Anak Dibawa Umur, Pria 44 Tahun Diringkus

Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Merauke mengamankan seorang pria berumur 44 tahun berinisial FB atas…

1 day ago