Categories: METROPOLIS

Zona Hijau, Daerah Jangan Paksakan Sekolah Ditutup

Christian Sohilait

JAYAPURA- Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua, Christian Sohilait, S.T, M.M  mengatakan, kemarin pihaknya rapat dengan Tim Covid-19 Provinsi Papua.

“Dari hasil rapat ini, menurut Sohilait memang ada rancangan yang disepakati untuk sekolah kembali ditutup. Hal ini sehubungan dengan naiknya Covid-19 di Papua. Namun, hal ini akan dipelajari di masing-masing daerah secara ulang,” katanya kepada wartawan di Sekretariat GMKI Cabang Jayapura, Selasa (9/2) kemarin.

Menurut Christian pihaknya dari DPPAD sendiri mempunyai saran sebenrnya ada dua hal yang paling penting, yaitu pertama apabila tim Covid-19 Provinsi Papua melakukan pertemuan dengan seluruh Tim Covid-19 dan daerahnya dinyatakan hijau, maka sekolah jangan dipaksakan untuk tutup, tetapi biarkan sekolah dibuka.

“Dengan catatan mereka masing-masing akan melihat kesiapan sekolah dan keselamatan dari para siswa. Inikan masing-masing dari mereka bisa melihatnya,” tutur mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Lanny Jaya ini.

Yang kedua, kata Sohilait jika ada daerah yang zona merah, tetapi daerah-daerah kecil atau distrik dan kampungnya zona hijau, maka dipersilahkan sekolahnya tetap belajar mengajar seperti biasa.

“Saya kasih contoh misalnya, Kabupaten Jayapura secara zona memang merah, tetapi didalamnya ada daerah-daerah yang hijau seperti Lereh  itu hijau dan mereka aktifitas seperti biasa. Ini biasa dijalankan untuk aktifitas sekolah seperti biasa,” ucapnya.

Oleh karena itu, Sohilait menyampaikan memang perlu ada ruang ketika surat edaran Gubernur Papua mengenai Covid-19 dijalankan, sebab edaran ini akan menjadi turunan di Kabupaten/Kota yang ada di Papua.

“Mohon ini dikasih ruang, sehingga anak-anak punya proses belajar mengajar bisa jalan jalan, terutama di daerah-daerah yang zona hijau. Sedangkan, daerah-daerah yang merah memang jangan dipaksakan,” ujarnya.

Sohilait menjelaskan, sekitar 9 atau 10 daerah di Papua yang zona hijau, sehingga aktifitas sekolah berjalan seperti biasa atau offline, tetapi dengan adanya diskusi ulang mengenai Covid-19, maka secara otomatis kemungkinan ini akan berubah.

“Karena itu, Tim Covid-19 saya belum tahu kapan pertemuan dengan Tim Covid-19 di kabupaten/kota, tetapi dari saya pribadi itu yang saya sampaikan sebagai masukan untuk Tim Covid-19 provinsi dan kabupaten/kota,” jelasnya. (bet/wen)

newsportal

Recent Posts

Nasib RD di Persipura Belum Jelas

Kursi pelatih kepala Persipura Jayapura hingga saat ini belum jelas, alias masih lowong. Tim berjuluk…

5 hours ago

Gubernur Singgung Soal Benalu yang Ambil Keuntungan

Fakhiri menyatakan mengetahui soal "permainan lama" tersebut. “Barang itu saya tahu, gubernur-gubernur terdahulu kan membuat…

6 hours ago

MRP Minta Kewenangan Pengelolaan SDA Jangan Semua Oleh Pusat

Ketua MRP, Nerlince Wamuar, mengatakan rapat tersebut merupakan tindak lanjut amanat Pasal 20 ayat (1)…

7 hours ago

Rumah Dibangun Tahun 1921 Jadi Saksi Bisu Sebelum Indonesia Merdeka

PAPAN demi papan dilepas perlahan. Genting-genting tua diturunkan dari atap yang mulai rapuh. Beberapa warga…

8 hours ago

Kapolda: BKO Mabes Standby hingga Juli

Ia menjelaskan, keberadaan personel BKO masih diperlukan untuk mendukung upaya pemulihan keamanan pasca konflik yang…

9 hours ago

Gerayangi Murid, Oknum Guru Ngaji Diamankan Polisi

Kapolres Merauke AKBP Leonardo Yoga melalui Ps Kasi Humas Ipda Andre MSB dikonfirmasi membenarkan laporan…

10 hours ago