Konferensi masyarakat adat dan pemuda diharapkan menjadi ruang untuk membahas persoalan tersebut secara lebih konkret, termasuk memperkuat komitmen dalam menjaga hak masyarakat adat dan kelestarian sumber daya alam di tanah Tabi.
Fakhiri juga menyoroti peran pemuda adat sebagai generasi penerus. Pemuda, menurutnya, harus mampu mempertahankan identitas dan nilai budaya Papua tanpa menutup diri terhadap perkembangan zaman.
Karena itu, ia meminta hasil konferensi tidak berhenti pada rekomendasi. Gagasan dan kesepakatan yang dihasilkan harus diterjemahkan menjadi langkah nyata yang dapat menjadi dasar dalam pembangunan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Arah tersebut, kata Fakhiri, sejalan dengan visi Papua CERAH, yakni Cerdas, Sejahtera dan Harmonis, yang menempatkan adat, budaya, lingkungan, hukum dan nilai persaudaraan sebagai bagian penting dalam pembangunan Papua. (fia/tri)
Layanan Langganan Koran Cenderawasih Pos, https://bit.ly/LayananMarketingCepos
BACA SELENGKAPNYA DI KORAN DIGITAL CEPOS https://www.myedisi.com/cenderawasihpos
UPDATE Berita Terbaru Cepos di Saluran https://whatsapp.com/channel/0029VbCNwCXAO7R8KvdYUG3Q
Page: 1 2
Cukup banyak warga korban kebakaran yang menempatinya. Sebagian besar adalah warga yang masih berkeluarga,…
Insiden berdarah di Bundaran Petrosea itu menimpa dua orang pelajar. Kedua korban mengalami luka tembak…
Merespon terkait dengan putusan MK tersebut Pengamat Kebijakan Publik sekaligus akademisi, Dr. Methodius Kossay, S.H.,…
Seorang pekerja (ABK) tewas dengan kondisi mengenaskan saat menurunkan kapal yang selesai diperbaiki ke sungai.…
Ps. Kanit 1 Subdit Audit Direktorat Pengamanan Objek Vital AKP Muhammad Ridwan, mengataakn bahwa…
Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Papua Selatan Apolo Safanpo mengimbau seluruh kader Partai Golkar…